Dokter Tegaskan Herbal Tidak Bisa Menyembuhkan TBC, Pengobatan Medis Tetap Utama

  • Share
Foto: Antara Foto/Yudi

RBN || Jakarta

Media sosial baru-baru ini diramaikan oleh klaim seorang influencer yang menyebut ramuan herbal tertentu dapat menyembuhkan bahkan mencegah tuberkulosis (TBC). Konten tersebut memicu perdebatan luas di kalangan warganet, sekaligus menimbulkan kekhawatiran akan penyebaran informasi kesehatan yang tidak akurat.

Menanggapi hal tersebut, dokter spesialis paru Erlina Burhan menegaskan bahwa klaim tersebut keliru dan berpotensi membahayakan masyarakat jika dipercaya tanpa dasar ilmiah.

Menurutnya, hingga saat ini satu-satunya metode pengobatan yang terbukti secara medis untuk menyembuhkan Tuberkulosis adalah melalui terapi Obat Anti Tuberkulosis (OAT). Pengobatan ini biasanya terdiri dari kombinasi obat seperti Isoniazid, Rifampicin, Pyrazinamide, dan Ethambutol.

Obat tersebut harus diminum secara rutin selama minimal enam bulan tanpa terputus agar kuman penyebab TBC dapat benar-benar hilang dari tubuh.

Penyakit TBC sendiri disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang tumbuh lambat dan dapat bertahan dalam tubuh dalam waktu lama. Karena itu, proses pengobatan memerlukan disiplin tinggi dari pasien.

Jika pasien menghentikan pengobatan dan beralih ke terapi alternatif tanpa pengawasan medis, risiko terjadinya resistensi obat dapat meningkat. Kondisi ini membuat pengobatan menjadi jauh lebih sulit karena pasien harus menjalani terapi lebih lama, yakni sekitar 18 hingga 24 bulan, dengan efek samping yang lebih berat.

Sementara itu, Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia, Inggrid Tania, menjelaskan bahwa herbal sebenarnya masih dapat dimanfaatkan dalam pengobatan TBC, tetapi hanya sebagai terapi pendukung.

Menurutnya, herbal tidak bekerja dengan cara membunuh bakteri penyebab TBC. Namun, tanaman herbal tertentu dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh serta mengurangi efek samping obat, seperti mual, muntah, atau gangguan fungsi hati.

Para ahli menekankan bahwa pencegahan TBC tetap bergantung pada langkah-langkah kesehatan dasar, seperti menggunakan masker, menerapkan etika batuk, menjaga jarak, serta menjaga pola hidup sehat.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dalam menerima informasi kesehatan di media sosial dan selalu mengutamakan sumber medis yang terpercaya.

Sumbe: Detikhealth

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *