Cek Fakta: Benarkah Kunjungan Luar Negeri Presiden Prabowo Datangkan Investasi Rp 2.430 Triliun?

  • Share
Presiden RI Prabowo Subianto. (Foto: Kompas.com)

RBN || Jakarta

Pernyataan mengenai besarnya investasi yang masuk ke Indonesia berkat kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto menjadi sorotan setelah disampaikan oleh Teddy Indra Wijaya melalui akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet pada 1 Juni 2026.

Dalam pernyataannya, Teddy menyebut bahwa total investasi yang masuk ke Indonesia dalam 1,5 tahun terakhir mencapai sekitar Rp 2.430 triliun berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Ia juga mencontohkan kunjungan Presiden Prabowo ke Jepang dan Korea Selatan yang disebut menghasilkan komitmen investasi sekitar Rp 575 triliun.

Namun, hasil pemeriksaan fakta menunjukkan bahwa angka Rp 2.430 triliun memang berkaitan dengan data investasi yang tercatat di Indonesia, tetapi angka tersebut merupakan akumulasi realisasi investasi nasional, yang terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Dengan demikian, angka tersebut tidak secara langsung dapat disimpulkan seluruhnya berasal dari hasil kunjungan luar negeri Presiden atau diplomasi internasional semata.

Dalam klarifikasinya, Teddy menilai berbagai lawatan luar negeri Presiden telah memberikan dampak nyata bagi Indonesia, mulai dari kerja sama ekonomi, investasi, hingga hubungan strategis dengan berbagai negara. Ia menegaskan bahwa diplomasi yang dilakukan pemerintah bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia di tingkat global dan menarik peluang ekonomi yang menguntungkan bagi nasional.

Sementara itu, sejumlah pihak menilai klaim tersebut perlu dipahami secara proporsional. Beberapa pengamat dan politisi berpendapat bahwa investasi Rp 2.430 triliun merupakan capaian investasi nasional yang dipengaruhi banyak faktor, termasuk aktivitas ekonomi domestik, iklim investasi, serta kontribusi investasi dalam negeri. Selain itu, sebagian nilai investasi yang diumumkan setelah kunjungan luar negeri masih berupa komitmen atau nota kesepahaman yang belum seluruhnya terealisasi menjadi investasi aktual.

Berdasarkan hasil pemeriksaan fakta yang dipublikasikan media, pernyataan Teddy mengenai adanya investasi Rp 2.430 triliun didukung oleh data investasi nasional yang memang tercatat oleh pemerintah. Namun, mengaitkan seluruh angka tersebut secara langsung sebagai hasil kunjungan luar negeri Presiden Prabowo tidak dapat dibuktikan secara spesifik dari data yang tersedia.

Oleh karena itu, klaim tersebut lebih tepat dipahami sebagai penilaian pemerintah mengenai kontribusi diplomasi Presiden terhadap iklim investasi dan kerja sama ekonomi Indonesia, bukan sebagai hubungan sebab-akibat yang dapat diukur secara langsung untuk seluruh nilai investasi Rp 2.430 triliun tersebut.

Sumber: Kompas.com

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *