Bandung Great Sale (BGS) 2025 resmi dimulai pada Kamis, 28 Agustus 2025, dengan Festival Citylink menjadi lokasi pembukaan. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, hadir langsung membuka agenda belanja tahunan yang selalu ditunggu-tunggu masyarakat. Tidak butuh waktu lama, ribuan warga Bandung maupun wisatawan langsung memadati pusat perbelanjaan untuk menikmati promo “crazy sale” dengan potongan harga mencapai 80 persen.
Sejak sore hari, menjelang pukul 17.00 WIB—waktu dimulainya program crazy sale—antusiasme warga sudah terlihat jelas. Puluhan gerai diserbu pengunjung yang berburu produk incaran. Salah satu di antaranya, Andika (25), warga Lengkong, berhasil mendapatkan tas bermerek dengan harga jauh lebih murah. “Tadinya Rp200 ribu, tinggal Rp40 ribu saja. Senangnya luar biasa, apalagi suasana belanjanya ramai dan seru,” ujarnya penuh semangat.
Cerita serupa dialami Dedi (34), warga Antapani. Ia mengaku tergoda membeli sejumlah kaos dan jersey Persib Bandung. “Harga normalnya bisa sampai Rp250 ribu, tapi di sini saya dapat hanya Rp100 ribu per potong. Lumayan banget untuk dipakai saat nonton Persib di stadion,” katanya sambil tersenyum puas.
Dalam sambutannya, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menekankan bahwa BGS bukan sekadar ajang belanja, melainkan momentum untuk menggerakkan kembali sektor perdagangan kota. Ia mengapresiasi peran pihak swasta, khususnya pengelola pusat perbelanjaan, yang mampu menghadirkan konsep belanja sekaligus hiburan. “Shopping itu membahagiakan. Orang datang ke mal tidak hanya untuk membeli barang, tapi juga mencari pengalaman seru,” ungkap Farhan.
Ia menambahkan, diskon besar-besaran yang ditawarkan BGS 2025 diharapkan mampu meningkatkan daya beli masyarakat dan memberi energi positif bagi roda ekonomi. “Pokoknya jangan terlalu banyak mikir hemat, karena diskonnya luar biasa. Tapi jangan pakai kredit, cukup bayar sat set pakai QRIS,” ujarnya berseloroh.
Farhan juga menegaskan bahwa keberadaan BGS semakin memperkuat citra Bandung sebagai destinasi wisata belanja utama di Indonesia. “Kami ingin orang datang ke Bandung bukan sekali, melainkan berkali-kali, karena selalu ada hal baru yang seru dan menguntungkan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin, menyampaikan bahwa penyelenggaraan BGS tahun ini lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2024 tercatat 700 merchant berpartisipasi, sedangkan pada 2025 meningkat menjadi 884 merchant. “BGS merupakan bagian dari Bulan Belanja Bandung. Tahun ini dirangkai dengan Indonesia Shopping Festival hingga Hari Belanja Diskon Indonesia,” jelas Ronny.
Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa BGS 2025 melibatkan 21 pusat perbelanjaan dan pelaku usaha dari 15 sektor berbeda. Tidak hanya ritel, tetapi juga hotel, restoran, elektronik, otomotif, hingga 85 UMKM lokal yang diberi ruang untuk memperkenalkan produknya kepada khalayak lebih luas.
Kemeriahan BGS 2025 juga ditunjang dengan rangkaian hiburan musik dari berbagai band dan performer ternama, mulai dari Katakita, Doctor Beat, Jei Angklung, hingga Project Pop. Tidak berhenti di situ, fasilitas tambahan juga disiapkan untuk memudahkan masyarakat. Pemkot Bandung bersama mitra usaha menyediakan transportasi gratis dan promo menarik, antara lain layanan Bandros dan Trans Metro Bandung gratis pada 1–7 September, potongan harga tiket kereta 20 persen dari PT KAI Daop 2 Bandung, serta diskon perjalanan online hingga 90 persen dari Gojek dan Grab. Pertamina pun turut mendukung dengan memberikan e-voucher BBM non-subsidi di 40 SPBU.
Ajang BGS 2025 dijadwalkan berlangsung selama 11 hari, mulai 28 Agustus hingga 7 September. Setelah dibuka meriah di Festival Citylink, acara penutupan akan digelar di Summarecon Mall Bandung dengan tema Bandung Festive Light. Pesta kembang api dan penampilan musisi populer seperti Kuburan Band, T-Five, hingga DJ Gio akan menjadi penutup manis dari festival belanja terbesar di Kota Bandung ini.











