RBN || Singapura
Warga negara Indonesia (WNI) di Singapura bersatu memberikan dukungan kepada warga senegara, Ashar Ardianto, 30, yang berjuang menghadapi trauma setelah kehilangan putrinya yang berusia enam tahun dalam kecelakaan lalu lintas di kawasan Chinatown. Juru bicara Kedutaan Besar RI (KBRI) di Singapura mengatakan, peristiwa itu membuat emosinya “sangat terguncang”.
Istri Ashar, Raisha Anindra Pascasiswi, 31, masih dirawat di High Dependency Unit (HDU) Singapore General Hospital (SGH), meski kini sudah dapat berkomunikasi. Wakil Kepala Perwakilan RI di KBRI Singapura, Thomas Ardian Siregar, mengatakan kepada CNA bahwa kondisi Raisha masih lemah akibat cedera berat yang dialaminya dan ia harus menjalani perawatan intensif.
KBRI juga telah mengatur akomodasi bagi Ashar selama ia berada di Singapura untuk mendampingi istrinya. Thomas menyebutkan, saat ini Ashar menginap di Wisma Duta setelah Duta Besar RI untuk Singapura Hotmangaradja Pandjaitan bersedia menampungnya.
“Untuk saat ini, Pak Ashar tinggal di Wisma Duta sambil menunggu perawatan istrinya di rumah sakit,” ujarnya. Ia menambahkan, keberadaannya di sana memudahkan KBRI memberi bantuan dengan cepat bila dibutuhkan.
Jaringan hotel Ascott secara terpisah juga menawarkan akomodasi gratis bagi Ashar. Ascott menyatakan telah menghubungi KBRI, menyatakan bersedia memberikan penginapan gratis guna mendukungnya selama masa sulit ini.
“Secara fisik, ia terlihat baik-baik saja. Namun secara emosional, ia jelas sangat terguncang,” kata Thomas, seraya menambahkan bahwa Ashar terkadang terdiam di tengah percakapan.
“Secara psikologis, peristiwa ini masih sangat sulit untuk ia terima.”
Ashar menolak memberikan wawancara kepada media.
Penggalangan Dana, Bantuan Hukum
Kecelakaan fatal itu terjadi pada 6 Februari sekitar tengah hari ketika keluarga tersebut, Ashar, Raisha, putri mereka Sheyna Lashira Smaradiani, serta putra mereka yang berusia dua tahun — sedang menyeberang jalan di dekat Buddha Tooth Relic Temple di South Bridge Road.
Sebuah mobil listrik berwarna gelap, yang dilaporkan keluar dari area parkir di dekat lokasi dan berbelok ke kanan, menabrak Raisha dan Sheyna. Ashar, yang mendorong kereta bayi berisi putra bungsu mereka, sudah berada di depan mereka, tidak terlibat kecelakaan.
Sheyna mengalami cedera kepala parah dan dinyatakan meninggal dunia di SGH tidak lama setelah kejadian. Jenazahnya dipulangkan ke Jakarta dan dimakamkan pada 8 Februari lalu di Tempat Pemakaman Umum Tanah Kusir.
Dalam beberapa hari setelah kejadian, berbagai komunitas diaspora Indonesia di Singapura dan berbagai negara lain bergerak menggalang dana bagi keluarga tersebut, sementara KBRI bekerja di balik layar membantu pengaturan hal lainnya, seperti akomodasi dan bantuan hukum.
Thomas mengatakan pihak kedutaan merasa “terharu dan berterima kasih” atas empati yang ditunjukkan WNI di Singapura, menyebutnya sebagai sumber kekuatan bagi keluarga Ashar di tengah masa yang sangat sulit.
“Dukungan seperti ini menguatkan keluarga korban, terutama saat mereka menghadapi hari-hari yang berat,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa inisiatif dari komunitas Indonesia turut meringankan beban keluarga.
Rekan-rekan seangkatan Raisha serta Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI FIB UI) juga meluncurkan penggalangan dana seiring meningkatnya biaya perawatan medis. Raisha merupakan lulusan Program Studi Sastra China UI pada 2017.
Reynilda Hendryatie, pimpinan Forum Komunikasi Masyarakat Indonesia di Singapura (FKMIS), mengatakan kepada CNA pada 11 Februari bahwa organisasinya menyebarkan informasi mengenai kondisi keluarga tersebut melalui jaringan diaspora.
“Di FKMIS, kami hanya menyebarkan informasi mengenai kondisi keluarga,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa FKMIS tidak secara langsung mengelola donasi. Donasi dikumpulkan oleh perwakilan keluarga dan disalurkan langsung kepada pihak keluarga.
Reynilda menyebut dana yang terkumpul diperkirakan terutama akan digunakan untuk membayar tagihan rumah sakit.
“Sebagian besar untuk biaya rumah sakit, karena tagihannya terus bertambah,” katanya.
sumber: CNA











