RBN || Jakarta
Apple dikabarkan tengah mengembangkan kacamata pintar sebagai bagian dari inovasi teknologi masa depan yang berpotensi menggantikan sebagian fungsi smartphone. Saat ini, perusahaan teknologi asal Amerika Serikat tersebut disebut sedang menguji sejumlah desain untuk perangkat terbarunya.
Analis Bloomberg, Mark Gurman, dalam buletin Power On mengungkapkan bahwa Apple tengah menguji setidaknya empat desain bingkai berbeda untuk proyek kacamata pintar tersebut. Langkah ini dilakukan untuk menghadirkan produk yang mampu bersaing sekaligus memiliki identitas kuat di tengah pasar teknologi wearable.
Menurut laporan tersebut, Apple ingin menciptakan desain unggulan yang dapat membedakan produknya dari pesaing, termasuk kacamata pintar yang telah lebih dulu hadir di pasar.
Apple juga dikabarkan mempertimbangkan untuk merilis beberapa varian model dengan pilihan warna berbeda, mengikuti strategi yang pernah digunakan saat peluncuran Apple Watch pada 2015.
Berbeda dengan perangkat augmented reality seperti Apple Vision Pro, kacamata pintar ini lebih difokuskan pada fungsi dasar. Perangkat akan dilengkapi kamera, mikrofon, serta berbagai sensor terintegrasi.
Fitur yang ditawarkan mencakup notifikasi dari ponsel, kemampuan mengambil foto dan video, memutar musik, hingga mendukung interaksi berbasis kecerdasan buatan melalui Siri yang telah ditingkatkan.
Dari sisi fungsi, kacamata pintar ini disebut sebagai perpaduan antara Apple Watch dan AirPods. Perangkat ini tetap terhubung dengan iPhone untuk mengaktifkan sebagian besar fiturnya, sehingga berfungsi sebagai perangkat pendamping, bukan perangkat utama.
Gurman menjelaskan bahwa Apple tengah menguji empat desain utama, yakni bingkai persegi panjang berukuran besar, desain persegi panjang yang lebih ramping, serta dua model berbentuk oval atau bulat dengan ukuran berbeda.
Salah satu ciri khas yang sedang dikembangkan adalah penempatan kamera depan berbentuk oval yang dilengkapi lampu indikator di sekelilingnya. Desain ini diperkirakan menjadi pembeda utama dibandingkan produk kompetitor.
Selain itu, Apple disebut akan menggunakan material asetat yang dinilai lebih tahan lama dan memiliki kesan premium dibandingkan plastik biasa.
Meski masih dalam tahap pengembangan, proyek ini dilaporkan berjalan sesuai jadwal untuk diperkenalkan pada akhir tahun ini atau awal 2027, dengan target peluncuran pada musim semi atau musim panas 2027.
Di sisi lain, Apple juga masih mengembangkan kacamata augmented reality dengan layar terintegrasi, meski produk tersebut diperkirakan baru akan hadir dalam jangka waktu yang lebih panjang.
Pengembangan kacamata pintar ini menjadi bagian dari strategi Apple dalam memperluas ekosistem perangkat berbasis kecerdasan buatan. Selain itu, perusahaan juga tengah mengembangkan sejumlah perangkat lain seperti AirPods dengan kamera, layar pintar untuk rumah, hingga perangkat wearable berbentuk kalung.
Langkah ini juga mencerminkan penyesuaian strategi Apple setelah menghadapi berbagai tantangan dalam pengembangan perangkat realitas campuran, termasuk respons pasar terhadap Apple Vision Pro.
Dengan konsep yang lebih sederhana namun fungsional, kacamata pintar ini diharapkan dapat menjadi alternatif baru bagi pengguna dalam menjalankan aktivitas digital sehari-hari.
Sumber: CNN Indonesia











