RBN || Teheran
Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menyatakan bahwa negaranya telah memberikan “pukulan telak” kepada musuh dalam konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah rentetan ledakan yang kembali mengguncang ibu kota Teheran pada hari pertama perayaan Tahun Baru Persia (Nowruz), Jumat (20/3/2026).
Dalam pernyataan tertulisnya, Khamenei menegaskan bahwa Iran berhasil menekan pihak lawan hingga menunjukkan ketidakkonsistenan dalam sikap dan pernyataan mereka.
“Iran telah memberikan pukulan yang memusingkan kepada musuh sehingga mereka kini mulai mengeluarkan pernyataan yang saling bertentangan dan tidak masuk akal,” ujar Khamenei dalam pesan resminya.
Ia juga menekankan bahwa persatuan nasional menjadi kunci utama dalam menghadapi konflik yang sedang berlangsung.
“Pada saat ini, berkat persatuan yang terjalin di antara kalian, para warga negara kami, meskipun memiliki perbedaan agama, pemikiran, budaya, dan politik, musuh telah berhasil dikalahkan,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan. Israel sebelumnya menuduh Iran melakukan “serangan terhadap situs suci” di Yerusalem, setelah sebuah ledakan menciptakan kawah di kawasan Kota Tua, hanya beberapa ratus meter dari Masjid Al-Aqsa, Tembok Barat, dan Gereja Makam Kudus.
Sejak ditunjuk sebagai penerus ayahnya, Ali Khamenei, yang dilaporkan tewas akibat serangan udara Israel pada awal konflik, Mojtaba Khamenei belum pernah tampil di hadapan publik dan hanya menyampaikan pesan melalui pernyataan tertulis.
Sementara itu, suasana perayaan Nowruz tahun ini berlangsung lebih suram dibanding biasanya, seiring konflik yang telah memasuki pekan keempat. Sejumlah ledakan dilaporkan terdengar di berbagai wilayah Teheran, khususnya di bagian timur dan utara kota.
Meski demikian, aktivitas warga tetap terlihat di sejumlah pasar ibu kota. Masyarakat masih berbelanja pakaian baru dan hadiah untuk merayakan tahun baru, meskipun keramaian tidak sepadat biasanya. Banyak warga dilaporkan memilih meninggalkan kota dan mengungsi ke wilayah utara demi alasan keamanan.
Sumber: France24











