RBN || Jakarta
Harga minyak dunia melonjak ke level tertinggi sejak 2023 akibat memanasnya konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Lonjakan ini dipicu kekhawatiran gangguan pasokan energi global, terutama setelah ancaman terhadap jalur strategis Selat Hormuz yang menjadi jalur sekitar 20% perdagangan minyak dunia.
Harga minyak mentah Brent bahkan sempat melampaui USD90 per barel, naik tajam dalam waktu singkat seiring meningkatnya risiko perang berkepanjangan dan serangan terhadap infrastruktur energi di kawasan Teluk.
Sejumlah analis memperingatkan bahwa jika konflik terus meluas dan distribusi minyak dari Timur Tengah semakin terganggu, harga minyak berpotensi melonjak hingga USD150 per barel, yang dapat memicu inflasi global serta mengguncang pasar energi dan ekonomi dunia.
Sumber: SindoNews











