RBN || Jakarta
Pemerintah mulai mengintensifkan langkah pembentukan panitia seleksi (pansel) untuk memilih pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan, Istana telah menerima sejumlah usulan nama calon anggota pansel dari berbagai unsur, termasuk kementerian terkait.
Meski demikian, Prasetyo menegaskan komposisi pansel belum ditetapkan secara final. Proses pembentukan masih berada pada tahap awal sehingga pembahasan mengenai sosok pimpinan OJK ke depan belum dilakukan.
“Beberapa nama memang sudah ada, karena berasal dari berbagai unsur. Ada juga usulan dari Kementerian Keuangan. Namun saat ini kami masih dalam tahap pembentukan pansel,” ujar Prasetyo di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (10/2).
Ia memastikan pemerintah belum mengambil keputusan atau melakukan pembahasan khusus terkait nama-nama calon pimpinan OJK yang sempat beredar di ruang publik. Menurutnya, fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan proses seleksi berjalan sesuai mekanisme, transparan, dan akuntabel.
“Belum, karena ini masih tahap pembentukan pansel,” kata Prasetyo.
Menanggapi isu pasar yang menyebut sejumlah nama, termasuk Ketua Komisi XI DPR RI Misbakhun, Prasetyo kembali menegaskan belum ada pembahasan ke arah tersebut. Pemerintah, kata dia, ingin memastikan proses seleksi menghasilkan figur yang benar-benar kompeten dan kredibel.
Prasetyo menyampaikan harapan Istana agar pimpinan OJK yang terpilih nantinya mampu menjaga stabilitas dan kepercayaan sektor jasa keuangan nasional. Ia menekankan peran strategis OJK dalam menjaga ketahanan sistem keuangan.
“Kita berharap mendapatkan pimpinan OJK yang menguasai bidangnya dan memahami betapa pentingnya peran OJK dalam menjaga ekosistem jasa keuangan, agar peristiwa seperti yang terjadi sebelumnya tidak terulang,” ujarnya.
Pemerintah mempercepat proses seleksi ini menyusul gejolak pasar keuangan pada akhir Januari lalu, yang ditandai dengan anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga berujung pada penghentian sementara perdagangan. Situasi tersebut mendorong pengunduran diri sejumlah pejabat OJK, termasuk ketua dan wakil ketua Dewan Komisioner.
Untuk mengisi kekosongan jabatan strategis tersebut, pansel akan menyeleksi Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, serta Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menargetkan proses seleksi rampung dalam satu hingga dua minggu agar kepemimpinan OJK segera definitif.
Sumber: CNN Indonesia











