RBN || Jakarta
Pasar saham Indonesia mengalami tekanan hebat dalam beberapa hari terakhir, dengan kapitalisasi pasar yang terkikis hingga sekitar US$80 miliar akibat aksi jual besar-besaran. Penurunan tajam ini dipicu oleh kekhawatiran global atas transparansi dan struktur kepemilikan saham di negara ini setelah penyedia indeks MSCI memperingatkan masalah investability dan kemungkinan downgrade status pasar.
Sentimen negatif diperburuk oleh langkah Moody’s yang menurunkan outlook kredit Indonesia dari stable menjadi negative, memicu keluarnya modal asing dan erosi kepercayaan investor.
Otoritas pasar dan regulator merespons dengan menyusun reformasi pasar modal untuk memperbaiki tata kelola, termasuk meningkatkan persyaratan free float dan memperjelas pengungkapan pemegang saham.
Pejabat Bursa Efek Indonesia telah mengundurkan diri, sementara pertemuan dengan MSCI direncanakan untuk membahas langkah-langkah perbaikan lebih lanjut. Pemerintah juga berjanji menindak tegas pelanggaran pasar dan meningkatkan transparansi guna meredakan kekhawatiran investor.
Sumber: CNA Indonesia











