Istana Membuka Pintu, Mimpi Anak-Anak Istimewa Menggema

  • Share
foto: setneg RI

RBN || Jakarta

Senyum lebar langsung merekah di wajah anak-anak saat melangkahkan kaki memasuki gedung Kementerian Sekretariat Negara. Beberapa di antara mereka spontan mengucapkan, “alhamdulillah,” sebagai ungkapan syukur atas kesempatan yang mungkin tidak semua anak bisa dapatkan. Hari ini, Kamis (16/07/2026), Program Istana untuk Anak Sekolah menghadirkan pengalaman istimewa bagi 162 pelajar disabilitas dari berbagai Sekolah Luar Biasa (SLB) di Jakarta untuk mengenal lebih dekat Istana Kepresidenan.

Suasana haru semakin terasa ketika lagu Indonesia Raya berkumandang. Sebagian siswa menyanyikannya dengan lantang, sementara sebagian lainnya mengikuti setiap bait melalui bahasa isyarat dengan penuh semangat.

Di dalam Aula Hoegeng, rasa bangga memenuhi ruangan saat layar LED menampilkan satu per satu nama 31 pelajar disabilitas berprestasi, diiringi alunan lagu “Manusia Kuat” karya Tulus. Nama-nama mereka mewakili beragam capaian, mulai dari olahraga, seni, hingga kompetisi tingkat nasional dan internasional.

Keceriaan anak-anak begitu terasa sepanjang kegiatan. Saat pembawa acara bertanya siapa yang sudah tidak sabar mengunjungi Istana Kepresidenan, puluhan tangan serentak terangkat disertai jawaban lantang, “saya!” Antusiasme itu berlanjut ketika beberapa siswa diminta berbagi perasaan mereka. Najwa, siswi SLB Pangudi Luhur, mengaku bangga dan bersyukur karena mendapat kesempatan yang tidak bisa dirasakan semua teman-temannya.

Airi dari SLB D- D1 YPAC Jakarta pun tak mampu menyembunyikan kegembiraannya. “Alhamdulillah banget. Airi senang di sini,” ujarnya. Senada dengan itu, Zekan, siswa SLB Negeri 11 Jakarta yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Istana, mengungkapkan kekagumannya melihat setiap sudut bangunan yang menurutnya begitu indah.

Sementara itu, dalam sambutannya, Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Sekretariat Negara Faisal Fahmi menegaskan bahwa setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan mengoptimalkan potensinya. Dan kehadiran anak-anak istimewa tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi teman-teman lainnya untuk terus mengejar mimpi.

Pesan senada juga disampaikan Ketua Harian Institusi Disabilitas Indonesia (INDISI) Citragama Prameswari yang mengajak seluruh anak untuk mematahkan stigma bahwa disabilitas berarti terbatas. Menurutnya, keterbatasan tidak pernah menjadi penghalang untuk bermimpi dan berprestasi.

Hari ini menjadi pengingat bahwa negara hadir membuka ruang yang setara bagi seluruh anak Indonesia. Dari ruangan yang dipenuhi tawa, tepuk tangan, dan semangat para pelajar, tumbuh optimisme bahwa mimpi-mimpi besar dapat diraih oleh siapa saja. Hari ini mereka datang sebagai tamu di Istana, dan suatu hari nanti, bukan tidak mungkin mereka kembali untuk berkarya dan mengabdi bagi Indonesia.

_________________

sumber: setneg RI

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *