447 Buruh PT Granito Kramik Terkena PHK, KSPSI Akan Bahas Mitigasi Bersama Satgas PHK

  • Share
Presiden KSPSI, Andi Gani Nena Wea. (Foto: Detik News)

RBN || Jakarta

Sebanyak 447 pekerja PT Granito Kramik yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK). Presiden KSPSI, Andi Gani Nena Wea, menyatakan pihaknya akan segera bertemu dengan manajemen perusahaan dan pemerintah untuk memperjuangkan nasib para pekerja yang terdampak.

Andi Gani menjelaskan bahwa keputusan PHK tetap dilakukan perusahaan meskipun pemerintah telah menurunkan harga gas industri sebagai upaya meringankan beban biaya operasional perusahaan.

“Yang ter-PHK itu, yang sekarang terkonfirmasi sekitar 447 anggota kami, yang ter-PHK di PT Granito. Bahkan ketika kebijakan gas industri turun, mereka tetap mengambil kebijakan PHK,” ujar Andi Gani Nena Wea dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (29/6/2026).

Ia mengatakan pemerintah tengah menyiapkan langkah cepat agar para pekerja dapat kembali bekerja. Untuk itu, KSPSI dijadwalkan bertemu dengan pimpinan PT Granito Kramik guna membahas solusi terbaik bagi keberlangsungan perusahaan dan para buruh.

Selain itu, pada Selasa (30/6/2026), KSPSI akan mengikuti rapat bersama Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi selaku Ketua Mitigasi Satgas PHK, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, serta Desk Ketenagakerjaan Polri. Pertemuan tersebut bertujuan membahas langkah mitigasi terhadap ancaman gelombang PHK di sektor industri.

Andi Gani juga mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyiapkan opsi apabila PT Granito Kramik tidak mampu melanjutkan operasionalnya. Salah satu alternatif yang dipertimbangkan adalah pengambilalihan perusahaan oleh pemerintah, termasuk melalui akuisisi oleh Danantara atau pencarian investor baru, demi menjaga keberlangsungan usaha dan menyelamatkan lapangan pekerjaan bagi para buruh.

Sumber: Detik News

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *