RBN || Jakarta
Peran guru Bimbingan dan Konseling (BK) di sekolah kini tidak lagi sebatas menangani siswa yang mengalami masalah. Di era pendidikan yang semakin inklusif, guru BK dituntut lebih proaktif dalam mendampingi peserta didik, terutama dalam membantu mereka mengenali potensi diri dan merancang masa depan sejak dini.
Dalam tayangan Bincang Online Inspiratif (BIONS) Seri 312, Sabtu (27/6), Pengurus MGBK SMK Kota Bekasi, Fauzan Ferdiansyah, S.Pd., M.M., M.Si., Gr., C.CLS., C.CTR., C.CHS, menegaskan bahwa layanan BK karier harus menjadi ruang yang mampu mengembangkan potensi seluruh siswa tanpa membedakan latar belakang maupun kondisi mereka.
Menurutnya, konsep “guru BK bergerak” berarti guru tidak hanya menunggu siswa datang ke ruang BK ketika menghadapi persoalan, tetapi aktif menjangkau peserta didik untuk memberikan pendampingan.
“Makna guru BK bergerak yaitu guru BK tidak lagi hanya menunggu di ruang BK sampai ada siswa yang bermasalah datang. Guru BK harus proaktif, mematangkan potensi siswa, merancang karier siswa sejak dini,” ujar Fauzan.
Ia menilai pendekatan yang mengedepankan empati akan membuat siswa merasa dihargai dan termotivasi untuk berkembang.
“Ketika guru BK bergerak dengan empati, siswa akan merasa divalidasi dan dimotivasi sehingga mampu menciptakan dampak bagi diri sendiri dan lingkungannya,” katanya.
Fauzan menjelaskan, upaya membangun kedekatan dengan siswa sebaiknya dimulai sejak awal tahun ajaran. Guru BK perlu memperkenalkan fungsi dan perannya agar siswa memahami bahwa layanan BK bukan hanya diperuntukkan bagi mereka yang sedang mengalami masalah.
Selain itu, hubungan yang baik perlu dibangun sejak siswa duduk di kelas X agar tercipta rasa percaya dan nyaman. Guru BK juga harus aktif menerapkan pendekatan jemput bola dengan terus memperhatikan perkembangan seluruh siswa, baik yang menghadapi kendala maupun yang tidak.
Lebih lanjut, Fauzan mengatakan esensi layanan BK karier di sekolah adalah membantu peserta didik mengenali potensi diri sebagai bekal dalam menentukan masa depan. Menurutnya, sebelum merencanakan karier, siswa harus terlebih dahulu memahami siapa dirinya, mengenali kemampuan yang dimiliki, serta menentukan arah pendidikan maupun pekerjaan yang ingin ditempuh.
Ia menjelaskan, layanan BK karier bertujuan membantu siswa mengenali minat, bakat, dan kepribadian, memberikan informasi karier yang relevan dan fleksibel, mendampingi perencanaan studi lanjutan maupun dunia kerja, serta menumbuhkan kemandirian dan tanggung jawab dalam mengambil keputusan karier.
Di akhir penyampaiannya, Fauzan mengajak seluruh guru BK menjadikan layanan karier sebagai proses yang berkelanjutan dan berpihak kepada seluruh peserta didik.
“Mari jadikan layanan BK karier sebagai proses berkelanjutan, inklusif, dan berbasis bukti, di mana BK menjadi tempat setiap anak didengar dan diberikan akses nyata ke peluang, tanpa ada perbedaan. Mereka memiliki hak yang sama untuk meraih masa depan. Sebagai BK harus hadir dengan penuh, empati, simpati, dan kehangatan,” pungkasnya.











