RBN || Malang
Kebakaran yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, dilaporkan telah padam. Meski tidak lagi ditemukan titik api aktif, petugas masih melakukan pendinginan dan pemantauan secara intensif untuk memastikan tidak terjadi kebakaran susulan.
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan, Ristianto Pribadi, mengatakan kondisi terkini di kawasan terdampak relatif terkendali.
“Alhamdulillah, berdasarkan pemantauan sementara, tidak lagi terpantau nyala api aktif dan situasi saat ini relatif terkendali,” kata Ristianto, Jumat (14/8/2026).
Menurut Ristianto, padamnya kebakaran merupakan hasil penanganan bersama berbagai pihak. Proses pemadaman melibatkan Balai Besar TNBTS (BBTNBTS), Manggala Agni, TNI, Polri, BNPB, BPBD, pemerintah daerah, hingga masyarakat.
Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas belum sepenuhnya menghentikan penanganan. Bara yang masih tersisa di lokasi bekas kebakaran menjadi perhatian karena dapat kembali memicu munculnya api.
“Fokus saat ini adalah menuntaskan pendinginan dan memperketat pemantauan,” ujarnya.
Proses pendinginan dilakukan dengan menyasar area yang berpotensi masih menyimpan bara, termasuk di antara vegetasi, lapisan tanah, maupun material yang sebelumnya terbakar.
Petugas perlu memastikan bara tersebut benar-benar mati sebelum penanganan dinyatakan selesai. Pasalnya, bara yang tertinggal dapat kembali menyala apabila kondisi lingkungan mendukung.
Cuaca kering dan hembusan angin kencang menjadi salah satu faktor yang dapat memperbesar risiko munculnya kembali api di kawasan yang telah terbakar.
Karena itu, petugas tetap melakukan pemantauan secara berkala di sejumlah titik terdampak. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi agar kebakaran tidak kembali meluas di kawasan TNBTS.
Pemerintah dan seluruh unsur yang terlibat juga terus berkoordinasi untuk memastikan kondisi kawasan tetap aman hingga seluruh proses pendinginan dan pemantauan selesai.
Sumber: Okezone











