RBN || Beirut
Pemerintah Lebanon akan mulai menempatkan pasukan militernya di wilayah selatan negara itu sebagai bagian dari tahap awal pelaksanaan gencatan senjata dengan Israel. Langkah tersebut dilakukan sehari setelah kedua negara mencapai kesepakatan gencatan senjata dalam perundingan yang berlangsung di Washington.
Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam, mengatakan penempatan tentara di wilayah selatan menjadi langkah nyata pertama untuk menjalankan kesepakatan yang telah dicapai.
“Langkah selanjutnya praktis dan nyata, penempatan tentara Lebanon di zona percontohan sebagai fase pertama,” kata Salam dalam pernyataan yang dibacakan Menteri Informasi Paul Morcos usai rapat kabinet, Kamis (4/6/2026).
Penempatan pasukan tersebut diharapkan dapat membantu menjaga stabilitas dan keamanan di wilayah perbatasan yang selama ini menjadi titik ketegangan antara Lebanon dan Israel. Pemerintah Lebanon juga menegaskan komitmennya untuk menjalankan seluruh poin dalam kesepakatan gencatan senjata yang telah disepakati kedua belah pihak.
Kesepakatan gencatan senjata ini menjadi langkah penting dalam upaya meredakan konflik yang selama beberapa waktu terakhir meningkatkan ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Pemerintah Lebanon dan Israel kini diharapkan dapat menjalankan implementasi kesepakatan tersebut secara bertahap guna menjaga perdamaian dan mencegah eskalasi konflik lebih lanjut.
Sumber: Detik News











