Waskita Karya Bidik Proyek Infrastruktur Timur Tengah, Arab Saudi Jadi Fokus Ekspansi Global

  • Share
Foto: Waskita Karya

RBN || Jakarta

PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) terus memperkuat langkah ekspansinya ke pasar internasional. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor konstruksi tersebut menegaskan komitmennya untuk memburu berbagai proyek infrastruktur strategis di luar negeri, dengan Arab Saudi menjadi salah satu target utama pengembangan bisnis.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memperluas jangkauan usaha sekaligus memperkuat posisi di pasar konstruksi global yang semakin kompetitif.

Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, mengatakan perseroan optimistis dapat meningkatkan kiprahnya di kawasan Timur Tengah melalui sejumlah strategi, termasuk membangun kemitraan dengan berbagai pihak.

“Kami optimistis bisa mencapai langkah itu didorong oleh berbagai strategi, di antaranya menjalin kemitraan strategis, agar lebih mudah menangkap peluang dan mengikuti tender proyek infrastruktur di Arab Saudi, serta negara Timur Tengah lainnya,” ujar Ermy dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Menurut Ermy, pengalaman mengerjakan sejumlah proyek di Arab Saudi selama ini menjadi modal penting bagi perusahaan dalam menghadapi persaingan internasional. Rekam jejak tersebut sekaligus memperkuat reputasi Waskita Karya sebagai kontraktor yang memiliki kemampuan menggarap proyek berskala besar di berbagai negara.

Dengan pengalaman lebih dari 65 tahun, Waskita Karya telah menyelesaikan ratusan proyek infrastruktur. Dalam satu dekade terakhir, perusahaan ini tercatat membangun lebih dari 100 proyek, mulai dari gedung bertingkat, fasilitas pendidikan, rumah ibadah, bandara, infrastruktur transportasi hingga proyek sumber daya air, baik di dalam maupun luar negeri.

Salah satu proyek internasional yang menjadi kebanggaan perusahaan adalah renovasi area Mataf atau area terbuka yang mengelilingi Ka’bah di Masjidil Haram, Makkah, pada 2013.

Ermy menjelaskan, proyek tersebut merupakan bagian dari program perluasan Masjidil Haram melalui proyek King Abdullah Makkah Extension (KAME) dengan nilai kontrak mencapai 59 juta riyal Saudi.

Renovasi dilakukan untuk meningkatkan kapasitas area tawaf sehingga mampu menampung lebih banyak jemaah. Sebelum proyek dikerjakan, area Mataf hanya mampu menampung sekitar 48.000 jemaah. Setelah proses renovasi selesai, kapasitasnya meningkat drastis menjadi lebih dari 105.000 jemaah.

Keberhasilan proyek tersebut menjadi salah satu portofolio penting yang kini diandalkan Waskita Karya dalam membuka peluang kerja sama dan memenangkan tender proyek infrastruktur baru di Arab Saudi maupun negara-negara Timur Tengah lainnya.

Melalui strategi ekspansi ini, Waskita Karya berharap dapat memperkuat kontribusinya di sektor konstruksi global sekaligus meningkatkan daya saing perusahaan di tengah dinamika industri infrastruktur internasional.

Sumber: Inilah.com

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *