Wabup Nganjuk Cek Kesiapan Museum Marsinah, Target Rampung Sebelum Mei 2026

  • Share
Wakil Bupati (Wabup) Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro. (Foto: Dok. Pemkab Nganjuk)

RBN || Nganjuk

Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro, melakukan pengecekan langsung terhadap kesiapan pembangunan Museum dan Monumen Pahlawan Marsinah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kamis (19/3/2026).

Kunjungan lapangan tersebut turut dihadiri Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan serta jajaran Pemerintah Kabupaten Nganjuk. Pengecekan dilakukan untuk memastikan seluruh proses pembangunan berjalan sesuai rencana tanpa kendala.

Wabup yang akrab disapa Mas Handy itu menegaskan pentingnya percepatan pekerjaan agar target penyelesaian dapat tercapai tepat waktu, yakni sebelum 2 Mei 2026.

“Pastikan segera dilaksanakan dan dikerjakan. Dikerjakan sekarang atau nanti targetnya tetap sama, jadi lebih baik dilaksanakan sekarang,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa seluruh perangkat daerah harus menjalankan tugas sesuai tanggung jawab masing-masing demi mendukung kelancaran proyek strategis tersebut.

Menurutnya, kesiapan pembangunan menjadi sangat penting mengingat rencana kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Museum Marsinah pada Mei mendatang.

“Jika tidak ada halangan, Mei nanti bapak Presiden akan berkunjung. Maka dari itu, seluruh persiapan harus kita lakukan sebaik-baiknya,” ucapnya.

Mas Handy menyebut progres pembangunan saat ini telah mencapai sekitar 85 persen. Selain pembangunan fisik museum, pemerintah juga akan melakukan penataan dan mempercantik lingkungan sekitar kawasan.

Ia menambahkan, kawasan makam Marsinah selama ini selalu ramai dikunjungi masyarakat, terutama setiap peringatan Hari Buruh Internasional pada 1 Mei. Dengan penetapan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional, jumlah pengunjung diperkirakan akan terus meningkat.

“Kami, termasuk bersama pihak kepolisian, akan mempersiapkan segala sesuatunya dengan sebaik-baiknya untuk menyambut hal itu,” tutupnya.

Pembangunan Museum Marsinah diharapkan tidak hanya menjadi simbol penghormatan terhadap perjuangan buruh, tetapi juga menjadi destinasi edukasi sejarah bagi masyarakat luas.

Sumber: Tribunnews

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *