RBN || Jakarta
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, merespons laporan jatuhnya dua pesawat tempur AS jenis F-15E Strike Eagle dan A-10 Warthog di wilayah Iran dan Teluk Persia. Ia menegaskan bahwa insiden tersebut tidak akan menghambat upaya diplomasi yang tengah berlangsung antara Washington dan Teheran.
Dalam wawancara singkat dengan NBC News, Trump menyebut operasi pencarian dan penyelamatan awak pesawat masih berlangsung dan merupakan bagian dari informasi militer yang sensitif. Ia juga menyampaikan kekecewaannya terhadap pemberitaan media yang dinilai terlalu jauh mengungkap detail situasi di lapangan.
Ketika ditanya mengenai dampak insiden ini terhadap hubungan diplomatik, Trump menegaskan bahwa komunikasi antarnegara tetap berjalan. “Tidak, sama sekali tidak. Ini tidak akan menghentikan proses yang ada,” ujarnya.
Sementara itu, juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt, kepada CNN, menyampaikan bahwa presiden telah menerima laporan lengkap terkait insiden tersebut, termasuk identifikasi salah satu pesawat sebagai F-15E Strike Eagle.
Laporan dari The New York Times menyebutkan kedua insiden terjadi dalam waktu hampir bersamaan. Pesawat A-10 dilaporkan jatuh di wilayah Teluk Persia, sementara F-15 ditembak di daratan Iran.
Pihak Iran melalui sistem pertahanan udara mereka mengklaim berhasil menjatuhkan kedua pesawat tersebut. Pernyataan ini disampaikan oleh Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya. Bahkan, media pemerintah Iran telah merilis foto puing-puing pesawat sebagai bukti.
Di sisi lain, laporan Al Jazeera menyebut pilot A-10 berhasil selamat. Namun, satu kru F-15 masih dalam pencarian, meski satu lainnya telah ditemukan dan diselamatkan.
Pemerintah Iran juga mengimbau warga sipil untuk membantu menemukan awak pesawat yang selamat, bahkan menjanjikan imbalan bagi yang berhasil menangkapnya.
Meski situasi memanas, pernyataan Trump menegaskan satu hal penting: di tengah konflik, jalur diplomasi tetap menjadi harapan untuk meredakan ketegangan global.
Sumber: CNN Indonesia











