RBN || Spanyol
Jumlah korban tewas akibat tabrakan dua kereta cepat di wilayah selatan Spanyol meningkat menjadi 40 orang pada Senin (19/1/2026). Pemerintah Spanyol berjanji akan melakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap penyebab kecelakaan tragis ini.
Kecelakaan yang terjadi pada Minggu (18/1/2026) itu menjadi insiden kereta api paling mematikan di Spanyol sejak 2013, ketika sebuah kecelakaan di Santiago de Compostela menewaskan 80 orang. Dalam insiden terbaru, sebuah kereta yang dioperasikan oleh perusahaan kereta api Iryo, dalam perjalanan dari Malaga menuju Madrid, anjlok di dekat Adamuz, wilayah Andalusia, dan bertabrakan dengan kereta lain yang melaju dari arah berlawanan.
Setelah kereta pertama keluar jalur, kereta kedua yang melaju dengan kecepatan tinggi terdorong hingga keluar rel, memperburuk tragedi tersebut.
Juan Manuel Moreno, Kepala Pemerintah Daerah Andalusia, menyampaikan dalam konferensi pers bahwa jumlah korban tewas telah meningkat menjadi 40 orang, dari laporan sebelumnya yang menyebutkan 39 korban. Ia menambahkan bahwa dibutuhkan waktu 24 hingga 48 jam untuk memastikan jumlah korban tewas yang pasti, mengingat proses evakuasi dan penyelamatan masih berlangsung.
Pada Senin pagi, alat berat dikerahkan untuk mengangkat gerbong yang paling rusak agar tim penyelamat bisa menjangkau area terdampak dengan lebih mudah. Selain korban tewas, lebih dari 120 orang dilaporkan mengalami luka-luka. Sebanyak 41 korban saat ini masih dirawat di rumah sakit di Kota Cordoba, yang terletak tidak jauh dari lokasi kecelakaan.
Keluarga dan kerabat korban yang belum ditemukan juga mulai memanfaatkan media sosial untuk mencari informasi mengenai orang yang hilang, dengan mengunggah foto dan berharap ada kabar mengenai keberadaan mereka.
Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, yang mengunjungi lokasi kejadian, menyampaikan belasungkawa mendalam atas tragedi ini. Ia juga mengumumkan masa berkabung nasional selama tiga hari sebagai bentuk penghormatan terhadap para korban.
“Ini adalah hari penuh duka bagi seluruh Spanyol, bagi seluruh negeri kita,” kata Sanchez.
Sumber: Liputan6











