Kapal Tanker Terbakar usai Ditembaki AS, India Tuntut Penjelasan Washington

  • Share
Ilustrasi. (Foto: Reuters)

RBN || New Delhi

Pemerintah India melayangkan protes diplomatik kepada Amerika Serikat setelah sebuah kapal tanker berbendera Palau yang diawaki 24 warga negara India ditembaki pasukan AS di perairan Teluk Oman. Insiden tersebut mengakibatkan kebakaran di kapal dan membuat sejumlah awak menjadi korban.

Sebagai respons atas kejadian itu, Kementerian Luar Negeri India memanggil wakil kepala misi Kedutaan Besar AS di New Delhi, Jason Meeks, untuk memberikan penjelasan terkait operasi militer yang dilakukan.

Menurut keterangan yang dikutip Al Jazeera pada Rabu (10/6/2026), pemerintah India telah meminta diplomat senior AS tersebut menghadap guna membahas insiden yang menimpa kapal tanker bernama Settebello.

Sebelumnya, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengungkapkan bahwa pihaknya melancarkan serangan yang disebut sebagai serangan “presisi” terhadap kapal yang berlayar di Teluk Oman pada Selasa (9/6/2026) malam. Kapal tersebut diketahui mengangkut minyak Iran dan disebut tidak mematuhi instruksi yang diberikan oleh pasukan AS.

Settebello merupakan kapal tanker pengangkut produk kimia dan minyak. Setelah ditembaki, kapal dilaporkan mengalami kebakaran di ruang mesin yang memicu situasi darurat di tengah pelayaran.

Otoritas maritim Oman kemudian merespons sinyal darurat dari kapal yang berada sekitar 37 kilometer di timur laut Pelabuhan Sohar. Upaya penyelamatan segera dilakukan untuk mengevakuasi para awak kapal.

Berdasarkan data yang disampaikan Kementerian Luar Negeri India, sebanyak 21 awak kapal berhasil diselamatkan. Namun, hingga kini masih terdapat tiga pelaut yang dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian.

Pemerintah India mengecam keras tindakan penembakan tersebut. New Delhi juga mendesak agar serangan terhadap kapal-kapal komersial dan fasilitas sipil di jalur pelayaran internasional segera dihentikan.

Insiden ini menambah ketegangan di kawasan Teluk Oman yang selama beberapa tahun terakhir kerap menjadi titik panas akibat meningkatnya rivalitas geopolitik dan keamanan maritim. Sementara itu, pihak berwenang masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut terkait kronologi dan dampak dari serangan tersebut.

Sumber: CNN Indonesia

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *