Serangkaian Insiden Maut di Pelabuhan Semayang, KSOP Balikpapan Telusuri Akar Masalah

  • Share
foto: kotaku

RBN || Balikpapan

Aktivitas di Pelabuhan Semayang yang biasanya padat dan berjalan rutin, dalam beberapa hari terakhir justru diwarnai rangkaian insiden fatal. Empat nyawa melayang dalam kurun waktu singkat, memicu perhatian serius Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Balikpapan.

Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kondisi kapal, prosedur kerja awak, hingga sistem manajemen perusahaan pelayaran yang terlibat. Dua insiden besar terjadi dalam waktu berdekatan. Selasa (27/1/2026), kapal feri KM Dharma Kartika IX mengalami kemiringan sesaat setelah sandar di Pelabuhan Semayang.

Peristiwa tersebut merenggut tiga korban jiwa. Belum reda duka, kecelakaan kembali terjadi Rabu malam (28/1/2026), sekitar pukul 22.30 Wita, saat KM Madani Nusantara akan memuat alat berat.

Seorang ABK meninggal dunia setelah terjepit ekskavator di atas dek kapal. Kepala KSOP Kelas I Balikpapan Capt Weku Frederik Karuntu, mengatakan bahwa sejak awal kejadian, penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai

“Sejak kejadian, kami langsung melibatkan Marine Inspector, PPNS KSOP, dan kepolisian. Dari hasil awal, peristiwa ini kami kategorikan sebagai kecelakaan kerja, namun penyelidikan masih terus berjalan,” ujar Capt Weku dijumpai di kantornya, Kamis (29/1/2026).

Dia menjelaskan, insiden terjadi di tengah aktivitas bongkar muat yang memiliki tingkat risiko tinggi.
Oleh karena itu, peran KSOP difokuskan untuk aspek keselamatan dan keamanan pelayaran, termasuk memastikan seluruh prosedur telah dijalankan sesuai ketentuan. Untuk insiden KM Dharma Kartika IX, KSOP telah menurunkan Marine Inspector guna melakukan pemeriksaan teknis kapal.

Sementara kasus KM Madani Nusantara, PPNS KSOP turut diterjunkan dan berkoordinasi langsung dengan kepolisian. Menurut Capt Weku, pemeriksaan tidak hanya berhenti dengan awak kapal atau
kondisi fisik kapal semata. KSOP juga menelusuri penerapan standar operasional prosedur (SOP) hingga level manajemen perusahaan pelayaran.

“Kami akan melihat apakah SOP benar-benar dijalankan, bukan hanya di atas kertas. Pemeriksaan kami kembangkan sampai manajemen perusahaan, termasuk penerapan International Safety Management (ISM) Code dan aspek K3,” jelasnya.

Lanjut dia menerangkan, sanksi administrasi dimungkinkan apabila ditemukan pelanggaran terhadap aturan keselamatan pelayaran. Audit akan dilakukan untuk memastikan pemahaman awak kapal terhadap SOP, serta manajemen menerjemahkan kebijakan keselamatan dengan praktik di lapangan. Terkait penyebab kemiringan KM Dharma Kartika IX, Capt Weku menyebut dalam tahap dugaan awal. Salah satu faktor yang disorot adalah kondisi ram door saat dibuka dengan beban muatan tertentu. Namun, faktor muatan tetap menjadi fokus utama penyelidikan.

“Muatan juga kami cek. Pihak kepolisian bersama PPNS dan Dinas Perhubungan menelusuri truk-truk yang masuk, apakah termasuk kategori ODOL atau tidak. Semua masih dalam proses,” ungkapnya.

Penyelidikan pun lanjut dia, tidak akan berhenti satu faktor saja. Seluruh kemungkinan penyebab, baik dari kapal maupun faktor eksternal, akan dikaji untuk mendapatkan gambaran utuh penyebab insiden.

 

Sumber : kotaku

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *