RBN || Tiongkok (BBC News)
Presiden Korea Utara, Kim Jong Un, tiba di ibu kota China, Beijing, bersama putrinya, Kim Ju Ae. Kim berada di Tiongkok untuk menghadiri parade “Hari Kemenangan” pada Rabu, di mana ia akan bertemu dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping, Vladimir Putin, dan pemimpin negara lainnya.
Kim menyeberang ke China pada Selasa dengan kereta lapis baja, yang memiliki restoran yang menyajikan wine Prancis berkualitas dan hidangan seperti lobster segar.
Foto-foto menunjukkan bahwa ia turun dari kereta di Stasiun Kereta Api Beijing ditemani putrinya. Badan Intelijen Korea Selatan sebelumnya mengatakan bahwa putrinya berpotensi menjadi penerus Kim.
Kim Ju Ae sering tampil di depan publik bersama ayahnya sejak ia debut pada November 2022. Namun, informasi detail tentang dirinya sangat terbatas.
Terdapat laporan yang saling bertentangan mengenai usia Kim Ju Ae. Pada tahun 2023, Badan Intelijen Nasional (NIS) Korea Selatan memperkirakan usianya sekitar 10 tahun.
Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) milik pemerintah Korea Utara mengatakan Kim disambut di stasiun oleh beberapa anggota tingkat tinggi Partai Komunis Tiongkok (PKT), termasuk Menteri Luar Negeri Wang Yi.
Laporan tersebut menyatakan bahwa mereka bertemu dalam “suasana yang hangat” dan Kim berterima kasih kepada Presiden Xi atas “keramahtamahan yang antusias dan hangat”. Laporan tersebut juga mengakui putri Kim turut hadir.
Kehadiran Kim menandai pertama kalinya pemimpin Korea Utara menghadiri parade militer China sejak 1959. Ia akan berada diantara 26 kepala negara lainnya, termasuk pemimpin Myanmar, Iran, dan Kuba.
Kehadiran Kim merupakan peningkatan dari parade Hari Kemenangan terakhir Tiongkok pada tahun 2015, ketika Pyongyang mengirimkan salah satu pejabat tingginya, Choe Ryong Hae.
Pemimpin Korea Utara tersebut diketahui jarang bepergian ke luar negeri, dan kontak terbaru dengan pemimpin dunia hanya dengan Putin, yang sudah dua kali ditemuinya sejak invasi Rusia ke Ukraina.
Kunjungan terakhirnya ke Beijing pada tahun 2019 untuk menghadiri acara peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Korea Utara-Tiongkok. Dalam perjalanan tersebut, ia juga bepergian menggunakan kereta api.
Tradisi bepergian dengan kereta api dimulai oleh kakek Kim, Kim Il Sung, yang melakukan perjalanan kereta api ke Vietnam dan Eropa Timur.
Ayah Kim, Kim Jong Il, juga bepergian dengan kereta api karena ia dilaporkan takut akan ketinggian.
Menurut salah satu media berita Korea Selatan, kereta lapis baja itu memiliki 90 gerbong, termasuk ruang konferensi, ruang audiensi, dan kamar tidur.
Puluhan ribu personel militer akan berbaris dalam formasi melalui Lapangan Tiananmen pada hari parade, yang akan menandai peringatan 80 tahun menyerahnya Jepang dalam Perang Dunia II dan berakhirnya konflik tersebut.
Parade berdurasi 70 menit tersebut kemungkinan akan menampilkan persenjataan terkini milik Tiongkok, termasuk ratusan pesawat terbang, tank, dan sistem anti-drone – pertama kalinya struktur kekuatan militer barunya dipamerkan secara penuh dalam sebuah parade.
Diperkirakan banyak pemimpin dari Barat yang tidak menghadiri parade tersebut, karena penentangan mereka terhadap invasi Rusia ke Ukraina, yang telah mendorong sanksi terhadap pemerintahan Putin.
Namun, pertemuan tersebut akan dihadiri oleh pemimpin dari Indonesia, Myanmar, Malaysia, dan Vietnam, menjadi bukti dari upaya Beijing untuk meningkatkan hubungan diplomatik dengan negara-negara di Asia Tenggara.
Hanya satu pemimpin Uni Eropa yang akan hadir yaitu Perdana Menteri Slovakia Robert Fico, sementara Bulgaria dan Hungaria dilaporkan akan mengirimkan perwakilan.











