RBN || Jakarta
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menanggapi berbagai kritik terkait rencana kunjungan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, ke sejumlah daerah seperti Lampung, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Jawa Barat.
PSI menilai aktivitas tersebut merupakan hal yang wajar mengingat Jokowi masih menerima banyak undangan dari masyarakat untuk hadir dan bersilaturahmi. Menurut partai tersebut, tidak ada alasan untuk memperdebatkan perjalanan mantan presiden yang dilakukan dalam kapasitas pribadi setelah menyelesaikan masa jabatannya.
Juru Bicara PSI, Ali Mochtar Ngabalin, mengaku heran dengan sejumlah pihak yang terus menyoroti dan mempertanyakan agenda kunjungan Jokowi ke berbagai daerah. Ia menilai kritik yang menyebut Jokowi tidak lagi memiliki pengaruh elektoral justru bertentangan dengan perhatian besar yang terus diberikan sejumlah kalangan terhadap setiap aktivitas mantan kepala negara tersebut. Menurutnya, apabila Jokowi dianggap tidak lagi memiliki pengaruh politik, maka seharusnya kunjungan tersebut tidak perlu menjadi bahan perdebatan.
“Jadi saya pikir tidak lagi harus diperdebatkan, yang saya heran ini orang-orang luar yang kemudian memperdebatkan tentang perjalanan Pak Jokowi ini kan. Orang yang kemudian mengatakan Pak Jokowi tidak membawa efek elektoral dan lain-lain. Kenapa kemudian ini menjadi masalah buat mereka?” kata Ali kepada wartawan, Sabtu (6/6/2026).
PSI menegaskan bahwa kunjungan Jokowi ke berbagai daerah dilakukan untuk memenuhi undangan masyarakat serta menjalin komunikasi dengan berbagai elemen yang selama ini memiliki kedekatan dengannya.
Selain bersilaturahmi, agenda tersebut juga disebut sebagai bentuk perhatian Jokowi terhadap berbagai perkembangan di daerah setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden. Lampung, NTT, dan Jawa Barat menjadi beberapa wilayah yang direncanakan masuk dalam rangkaian kunjungan tersebut.
Rencana safari daerah Jokowi terus menjadi perhatian publik karena sosoknya masih memiliki pengaruh yang cukup besar dalam dinamika politik nasional. Meski tidak lagi menduduki jabatan publik, berbagai aktivitas dan pernyataan Jokowi masih sering menjadi sorotan serta memunculkan beragam tanggapan dari kalangan politik. PSI pun berharap masyarakat dapat melihat kunjungan tersebut sebagai kegiatan silaturahmi biasa dan tidak menjadikannya polemik yang berkepanjangan.
Sumber: Detik News











