RBN || Ankara
Sebanyak 19 migran dilaporkan tewas setelah perahu karet yang mereka tumpangi terbalik di lepas pantai Bodrum, Turki, pada Rabu (1/4/2026). Kejadian ini terjadi setelah kapal tersebut terlibat dalam kejar-kejaran dengan pihak berwenang, kata pejabat setempat.
Menurut penjaga pantai Turki, perahu tersebut terdeteksi oleh otoritas setempat pada dini hari Rabu. Meskipun sudah diberikan peringatan berkali-kali untuk berhenti, perahu tersebut tetap mencoba melarikan diri dengan kecepatan tinggi.
Pihak berwenang menyatakan bahwa perahu yang berusaha melarikan diri akhirnya terbalik dan tenggelam di perairan yang bergelora. Sebuah helikopter penjaga pantai dari Izmir dikerahkan ke lokasi kejadian bersama tiga perahu, dan sebanyak 20 migran berhasil diselamatkan dari Laut Aegea.
Namun, pernyataan resmi tidak menyebutkan dari mana perahu tersebut berangkat, atau tujuannya, dan identitas para penumpang masih belum diketahui. Operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung.
Pulau Yunani Kos, yang merupakan pintu masuk Uni Eropa bagi para pengungsi yang melarikan diri dari konflik dan kemiskinan di Timur Tengah, Afrika, dan Asia, terletak sekitar 21 kilometer dari Bodrum. Pulau-pulau lain yang terdekat termasuk Kalymnos, Leros, dan Symi.
Meski perjalanan menyeberangi Laut Aegea relatif pendek, perjalanan ini sangat berbahaya. Banyak perahu yang tidak layak laut, atau berlayar dalam cuaca buruk, yang menyebabkan kecelakaan fatal sering terjadi.
Turki sendiri menampung jutaan pengungsi dari Suriah, Irak, dan Afghanistan.
Sumber: Sky News











