RBN | | Jakarta
Kasus penculikan dan pembunuhan yang menimpa Kepala Cabang Pembantu (KCP) salah satu bank BUMN berinisial IP menggemparkan publik. Kejadian ini bermula saat korban diculik di area parkir sebuah pusat perbelanjaan di Ciracas, Jakarta Timur, pada Selasa malam (tanggal belum disebutkan).
IP tak pernah kembali ke rumah. Keesokan harinya, tubuhnya ditemukan di kawasan industri Cikarang, Bekasi, dalam kondisi mengenaskan: tangan dan kaki terikat, mata dilakban, dan terdapat tanda-tanda kekerasan. Penemuan jasad tersebut sontak mengejutkan keluarga dan masyarakat.
Polres Metro Jakarta Timur bersama Polda Metro Jaya bergerak cepat memburu para pelaku. Hasilnya, empat orang berhasil ditangkap dengan inisial AT, RS, RAH, dan RW. Keempatnya diduga terlibat langsung mulai dari proses penculikan hingga membawa korban ke lokasi pembunuhan.
Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Nicolas Ary Lilipaly mengatakan penyelidikan masih terus berkembang.
“Kami mendalami peran masing-masing pelaku, termasuk memeriksa kemungkinan ada pihak lain yang memerintahkan. Dalang atau aktor intelektual masih kami buru,” tegas Nicolas, Selasa (tanggal).
Informasi dari keluarga korban menambah dugaan kuat adanya perencanaan matang. Beberapa hari sebelum kejadian, IP sempat mengaku merasa diikuti orang tak dikenal. Polisi kini mendalami motif para pelaku, apakah terkait persoalan pribadi, pekerjaan, atau faktor lain.
Kasus ini menjadi sorotan publik lantaran korban merupakan pejabat bank BUMN. Aparat berkomitmen menuntaskan kasus keji ini hingga ke akar-akarnya.
“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak terprovokasi isu liar. Proses hukum akan dilakukan secara profesional dan transparan,” tambah Nicolas.
Tragedi yang menimpa IP menjadi peringatan penting akan bahaya kejahatan terencana di tengah keramaian kota. Polisi memastikan pengejaran terhadap dalang utama tidak akan berhenti hingga seluruh jaringan pelaku ditangkap dan diadili.
Sumber: Kompas TV, Inilah.com, Lingkar News











