RBN || Jakarta
Kehadiran Honda HR-V RS e:HEV menjadi angin segar di segmen SUV ramah lingkungan Tanah Air. Model hybrid terbaru dari Honda ini tak hanya menawarkan efisiensi bahan bakar, tetapi juga performa modern yang semakin relevan dengan kebutuhan mobilitas masa kini.
Namun, di balik teknologi canggih yang ditawarkan, calon konsumen perlu mencermati biaya kepemilikan, khususnya pajak tahunan kendaraan. Berdasarkan data STNK unit uji, pajak tahunan untuk varian tertinggi HR-V RS e:HEV tercatat mencapai sekitar Rp 8,1 juta.
Rincian tersebut meliputi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebesar Rp 7.812.000, Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) Rp 143.000, serta biaya administrasi pengesahan STNK sebesar Rp 200.000. Besaran ini mencerminkan statusnya sebagai SUV premium dengan teknologi elektrifikasi.
Di sisi performa, HR-V Hybrid mengusung sistem e:HEV yang mengombinasikan mesin bensin 1.5L Atkinson DOHC i-VTEC dengan motor listrik bertenaga tinggi. Mesin konvensionalnya mampu menghasilkan tenaga 106 PS, sementara motor listriknya menyumbang tenaga hingga 131 PS dengan torsi instan mencapai 253 Nm.
Teknologi ini bekerja melalui sistem “electric-first”, di mana motor listrik menjadi sumber tenaga utama dalam berbagai kondisi berkendara. Perpindahan tenaga berlangsung halus berkat dukungan Electronic CVT dan pengaturan pintar melalui Power Control Unit.
Pengemudi juga dimanjakan dengan tiga mode berkendara, yakni EV Drive, Hybrid Drive, dan Engine Drive, serta pilihan mode Eco, Normal, dan Sport yang memberikan fleksibilitas sesuai kebutuhan.
Dalam hal efisiensi, HR-V e:HEV diklaim mampu mencatat konsumsi bahan bakar hingga 25 km per liter. Dengan kapasitas tangki 40 liter, kendaraan ini secara teoretis dapat menempuh jarak hingga 1.000 kilometer dalam sekali pengisian penuh.
Dengan kombinasi efisiensi, performa, dan teknologi mutakhir, Honda HR-V Hybrid menjadi pilihan menarik bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan ramah lingkungan tanpa mengorbankan kenyamanan dan gaya berkendara modern.
Sumber: detikoto











