RBN || Jakarta
Halal Bihalal yang digelar pada Minggu, 12 April 2026, di RW 01 Green Garden, Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi pasca-Idulfitri, tetapi juga momentum strategis dalam memperkuat kesadaran kolektif warga terhadap isu lingkungan dan keamanan.
Kegiatan yang dihadiri oleh Lurah Rorotan, Ahmad Fitroh, ini dibuka dengan penekanan pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga sebagai bagian dari tanggung jawab bersama. Dalam sambutannya, ia mengajak warga untuk mulai memilah sampah dari sumbernya. Pendekatan ini sejalan dengan konsep pengelolaan lingkungan berbasis partisipasi masyarakat, yang menempatkan warga sebagai aktor utama dalam menciptakan perubahan perilaku. Upaya tersebut dinilai tidak hanya efektif dalam mengurangi volume sampah, tetapi juga membangun kesadaran ekologis yang berkelanjutan.
Selain isu lingkungan, Ahmad Fitroh juga menyoroti pentingnya penguatan keamanan wilayah melalui pengaktifan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling). Menurutnya, siskamling bukan hanya berfungsi sebagai mekanisme pengawasan, tetapi juga sebagai ruang interaksi sosial yang mempererat hubungan antarwarga.
Dukungan terhadap program tersebut disampaikan oleh Ketua RW 01, Dannu Firdaus, yang menegaskan komitmen pengurus wilayah dalam mengimplementasikan arahan pemerintah kelurahan. Respons warga pun menunjukkan antusiasme tinggi. Diskusi berlangsung dinamis dan interaktif, dengan berbagai pertanyaan yang diajukan oleh warga dan Ketua RT terkait pengelolaan lingkungan serta sistem keamanan.
Hasil dari dialog tersebut melahirkan kesepakatan bersama untuk melakukan klasterisasi wilayah melalui pemasangan portal sebagai langkah konkret dalam meningkatkan keamanan lingkungan. Kesepakatan ini mencerminkan adanya kesadaran kolektif sekaligus praktik komunikasi partisipatif yang efektif di tingkat komunitas.
Lebih dari sekadar seremoni, Halal Bihalal ini menjadi ruang sosial yang memperkuat kohesi dan solidaritas warga. Suasana akrab yang terbangun menunjukkan relasi kekeluargaan yang telah mengakar di lingkungan RW 01. Kegiatan kemudian ditutup dengan ramah tamah dan makan siang bersama, menegaskan bahwa nilai kebersamaan tetap menjadi fondasi utama dalam membangun masyarakat yang harmonis, peduli, dan berdaya.
Reportase: Agung Patera











