Gudang LPG Meledak di Temanggung, Empat Orang Alami Luka Bakar

  • Share
Foto: dok. Damkar Temanggung

RBN || Temanggung

Kebakaran disertai ledakan terjadi di sebuah gudang penyimpanan gas elpiji (LPG) di Jalan Raya Temanggung–Bulu, Desa Danupayan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung, Sabtu (14/3/2026) dini hari. Peristiwa tersebut mengakibatkan empat orang mengalami luka bakar serius.

Keempat korban berinisial NBI (36) warga Kaloran, Kabupaten Temanggung; AM (23) warga Kertek, Kabupaten Wonosobo; ES (20) warga Kaloran, Kabupaten Temanggung; dan HKI (31) warga Bulu, Kabupaten Temanggung. Saat ini mereka masih menjalani perawatan intensif di RSUD Temanggung dengan tingkat luka bakar yang bervariasi antara 40 hingga 60 persen.

Kasat Reskrim Polres Temanggung AKP Didik Tri Wibowo membenarkan adanya korban dalam peristiwa tersebut.

“Dalam ledakan tersebut ada 4 korban luka-luka yang saat ini sudah dibawa RSUD Temanggung. Iya, benar luka bakar,” kata Didik saat dihubungi, Sabtu (14/3/2026).

Didik mengatakan pihaknya belum dapat memastikan aktivitas para korban saat kejadian karena kondisi korban belum memungkinkan untuk dimintai keterangan.

“Ya, ini belum bisa dimintai keterangan. Karena sampai sekarang yang bersangkutan belum bisa dimintai keterangan,” imbuh Didik.

Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa tabung gas LPG ukuran 3 kilogram dan 12 kilogram serta timbangan. Barang bukti tersebut saat ini diamankan di Polres Temanggung.

“Kita belum menghitung secara rinci (jumlah tabungnya). Kalau hitung-hitungan kasar, kita di lapangan (TKP) total keseluruhan itu kurang lebih antara 600 sampai 700 tabung gas (ukuran 3 kg dan 12 kg). Yang banyak tabung ukuran 3 kg,” lanjut Didik.

Polisi juga telah meminta keterangan dari tiga orang saksi yang terdiri dari warga sekitar dan pemilik rumah yang dikontrak sebagai lokasi gudang. Sementara itu, beberapa bangunan di sekitar lokasi juga mengalami kerusakan akibat getaran ledakan.

“Iya ada (kerusakan) di sebelah itu ada musala kacanya pecah. Terus sebelahnya bengkel salon mobil juga rusak. Dan yang di belakang rumah juga ada pecah kaca, rata-rata kerusakan pecah kaca di sekitar (TKP). Ada 4 (rumah) rusak, iya getaran ledakannya,” bebernya.

Terkait dugaan praktik pengoplosan gas LPG, Didik mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Di TKP ditemukan beberapa alat yang diduga digunakan untuk pengoplosan, tapi kami belum bisa (menyimpulkan). Dalam penyelidikan karena butuh keterangan dari para pihak termasuk empat orang ini yang jadi korban, cuma ada indikasi,” pungkasnya.

Kebakaran tersebut pertama kali diketahui warga sekitar sekitar pukul 03.24 WIB. Warga yang mengetahui kejadian itu kemudian melaporkan ke petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Temanggung. Aparat kepolisian dari Polsek Bulu dan Polres Temanggung juga segera mendatangi lokasi.

Salah satu warga, Marsella Intan, mengaku sempat mendengar suara ledakan saat peristiwa terjadi.

“Saya sedang tidur mendengar ada ledakan. Saya kaget menjerit dan orang tua menghampiri,” kata Marsella di lokasi kejadian.

“Setelah itu, saya keluar rumah dan ternyata ada kebakaran di pinggir jalan,” sambungnya.

Petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Temanggung, Bagus Satrio Wibisono, mengatakan pihaknya segera menuju lokasi setelah menerima laporan warga.

“Setelah mendapatkan laporan, kami ke lokasi. Sampai lokasi, kita melakukan penyemprotan,” kata Bagus.

Ia menambahkan, saat tiba di lokasi petugas mencium bau gas yang cukup kuat dan proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam.

“Sudah sampai lokasi tercium bau gas. Untuk pemadaman berlangsung satu jam,” sambungnya.

Sumber: Detik News

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *