RBN || Jakarta
Produk kurma asal Israel diduga beredar di pasar internasional dengan label yang telah diubah atau melalui negara ketiga sehingga asal usulnya tidak tercantum secara jelas, langkah yang disebut-sebut untuk menghindari dampak boikot konsumen di berbagai negara, terutama menjelang Ramadan.
Dilansir SINDOnews, praktik ini memanfaatkan rantai distribusi global yang kompleks, di mana produk dikemas ulang dan diberi label berbeda sebelum dipasarkan, sehingga menyulitkan konsumen dalam mengidentifikasi negara asal sebenarnya.
Sejumlah pihak pun mengimbau masyarakat agar lebih teliti memeriksa label, kode batang (barcode), serta sertifikat asal barang guna memastikan transparansi dan ketertelusuran produk yang dibeli, khususnya bagi konsumen yang ingin menghindari produk tertentu atas pertimbangan etis atau politik.
Sumber: SindoNews











