RBN || Jakarta
Harga minyak mentah dunia melonjak tajam akibat eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, yang memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi global. Minyak jenis Brent dilaporkan telah menembus kisaran US$80 per barel setelah naik lebih dari 10% dalam beberapa hari terakhir, dipicu oleh meningkatnya risiko terganggunya jalur distribusi energi di Timur Tengah, terutama di kawasan Selat Hormuz yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak dunia.
Para analis menilai jika konflik semakin meluas atau jalur pelayaran energi terganggu lebih lama, harga minyak berpotensi melonjak hingga US$100 per barel. Lonjakan ini menimbulkan kekhawatiran terhadap inflasi global, kenaikan harga energi, serta tekanan terhadap perekonomian berbagai negara yang sangat bergantung pada impor minyak.
Sumber: CNBC Indonesia











