RBN || Pyongyang
Partai berkuasa Korea Utara, Partai Buruh Korea, menegaskan komitmennya untuk memperkuat kemampuan pertahanan nasional, termasuk pengembangan senjata nuklir, dalam Kongres Nasional yang digelar di ibu kota.
Penegasan tersebut disampaikan setelah Kim Jong Un kembali terpilih sebagai Sekretaris Jenderal partai pada periode terbaru. Dalam pidato dan pernyataan resmi kongres, partai menekankan pentingnya meningkatkan “kekuatan nuklir secara radikal” sebagai langkah strategis menghadapi berbagai ancaman eksternal.
Menurut pernyataan resmi yang dikutip kantor berita internasional, Kim disebut memimpin transformasi Tentara Rakyat Korea menjadi kekuatan militer yang lebih modern dan tangguh. Partai menyatakan angkatan bersenjata negara itu kini siap menghadapi berbagai kemungkinan situasi keamanan.
Kongres Partai Buruh merupakan agenda lima tahunan yang menjadi forum tertinggi dalam menentukan arah kebijakan nasional, baik di sektor pertahanan maupun perekonomian. Pada kongres kali ini, isu kedaulatan dan stabilitas nasional menjadi fokus utama pembahasan.
Selama beberapa tahun terakhir, Korea Utara secara konsisten mengkritik latihan militer gabungan antara Korea Selatan dan Amerika Serikat yang dinilai sebagai ancaman terhadap keamanan kawasan. Di bawah kepemimpinan Kim, program nuklir negara tersebut berkembang signifikan dan menjadi salah satu isu sentral dalam dinamika geopolitik Asia Timur.
Serangkaian uji coba rudal sebelumnya juga menarik perhatian negara-negara tetangga, termasuk Korea Selatan dan Jepang, serta komunitas internasional.
Pengamat menilai, arah kebijakan pertahanan dan program nuklir Korea Utara kemungkinan akan menjadi pembahasan lanjutan dalam rangkaian kongres yang masih berlangsung. Pemerintah setempat menegaskan bahwa penguatan militer dilakukan sebagai upaya menjaga kedaulatan dan stabilitas nasional di tengah ketegangan global yang terus berkembang.
Sumber: CNN Indonesia











