Presiden Iran: Ketidakpercayaan Barat Hambat Negosiasi Nuklir, Teheran Tegaskan Komitmen Diplomasi

  • Share
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan pidato saat Debat Umum sesi ke-80 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNGA) di markas besar PBB di New York, Amerika Serikat, (24/9/2025). ANTARA/Xinhua/Li Rui

RBN || Teheran

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa ketidakpercayaan yang dibangun negara-negara Barat serta tuntutan yang dinilai berlebihan dari Amerika Serikat (AS) menjadi penghambat kemajuan dalam perundingan nuklir antara Teheran dan Washington.

Pernyataan tersebut disampaikan Pezeshkian saat berpidato dalam peringatan 47 tahun Revolusi Islam 1979 di Teheran, Rabu (11/2). Dalam pidatonya, ia menekankan bahwa Iran tidak memiliki ambisi untuk mengembangkan senjata nuklir dan siap membuka diri terhadap proses verifikasi internasional.

“Kami tidak mengincar senjata nuklir dan siap untuk verifikasi apa pun terkait hal tersebut,” ujar Pezeshkian di hadapan para peserta peringatan revolusi.

Ia juga menegaskan bahwa stabilitas kawasan tidak seharusnya ditentukan oleh campur tangan kekuatan asing. Menurutnya, penyelesaian konflik regional harus melibatkan negara-negara di kawasan itu sendiri.

“Kami meyakini bahwa masalah kawasan ini hanya dapat diselesaikan oleh negara-negara di kawasan ini, bukan negara asing,” tegasnya, sembari menyatakan Iran tidak akan tunduk pada tekanan maupun tuntutan yang dianggap melampaui batas.

Di tengah dinamika negosiasi nuklir yang masih berlangsung, Pezeshkian menekankan bahwa pemerintahannya tetap menempuh jalur diplomasi secara tulus. Iran, kata dia, terus membangun komunikasi dan kerja sama dengan negara-negara di Asia Barat guna memperkuat perdamaian regional.

Selain isu eksternal, Presiden Pezeshkian juga menyoroti pentingnya persatuan nasional dalam menghadapi tantangan domestik. Menanggapi kerusuhan yang terjadi baru-baru ini, ia memastikan pemerintah berupaya maksimal menyelesaikan persoalan rakyat secara konstruktif.

Lebih jauh, Pezeshkian menekankan pentingnya akses Iran terhadap pasar internasional, khususnya negara-negara Muslim dan tetangga, sebagai bagian dari strategi memperkuat perekonomian nasional. Ia menyebut Iran tengah memperluas kerja sama melalui berbagai kontrak dan perjanjian regional maupun internasional.

Pidato tersebut menjadi sinyal bahwa di tengah tekanan geopolitik, Iran berupaya menyeimbangkan ketegasan sikap dengan komitmen pada diplomasi dan pembangunan ekonomi.

Sumber: ANTARA

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *