Ferry dan Perayaan Tahun Baru 2026 di Bundaran HI: Sebuah Simbol Kehidupan dalam Harmoni Tanpa Kembang Api

  • Share
Ferry, yang sudah dikenal sebagai starling sejak 2020. (foto: RBN/Alina)
Ferry, yang sudah dikenal sebagai starling sejak 2020. (foto: RBN/Alina)

RBN || Jakarta

Pada malam pergantian tahun 2026, Bundaran Hotel Indonesia (HI) Jakarta Pusat dipenuhi ribuan orang yang antusias menyambut awal tahun baru. Tidak ada kemeriahan kembang api di langit, melainkan instalasi video mapping dan pertunjukan cahaya yang memanjakan mata, menciptakan suasana yang lebih mendalam dan penuh makna. Di tengah keramaian tersebut, satu sosok yang akrab di kalangan penggemar musik dan komunitas kreatif muncul sebagai magnet perhatian: Ferry, yang sudah dikenal sebagai starling sejak 2020. Kehadirannya dalam perayaan ini bukan sekadar sebagai bagian dari performa panggung, melainkan sebagai simbol ikonik yang menggambarkan kekuatan komunitas dan kebersamaan.

Sejak tampil pertama kali sebagai starling, Ferry telah menjadi wajah yang mewakili berbagai generasi dan lapisan masyarakat. Dalam momen yang menggabungkan hiburan dan refleksi sosial, kehadirannya di Bundaran HI menambah kedalaman makna dari perayaan tersebut. Para pengunjung menyebutkan bahwa sosok Ferry membawa nuansa kebersamaan yang kuat, mengingatkan semua orang bahwa perayaan ini bukan hanya soal sorotan lampu atau tontonan semata, tetapi tentang pertemuan berbagai elemen sosial yang terhubung dalam momen bersejarah ini.

Perayaan Tahun Baru 2026 ini memang berbeda dari yang biasa dilakukan sebelumnya. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk menghilangkan tradisi kembang api dan menggantinya dengan pertunjukan drone serta video mapping yang menciptakan visualisasi yang luar biasa. Selain itu, acara ini juga dihiasi dengan doa bersama lintas agama dan aksi sosial untuk membantu korban bencana alam di berbagai daerah. Kebijakan ini, meski sederhana, mengedepankan nilai kebersamaan dan solidaritas sosial yang menjadi inti perayaan.

Seorang pakar budaya dari universitas terkemuka di Jakarta menambahkan, “Kehadiran sosok seperti Ferry menunjukkan bagaimana ruang publik dan subkultur yang ada di dalamnya mulai berinteraksi dengan cara yang baru. Ini bukan hanya tentang hiburan, tetapi juga tentang bagaimana perayaan massal bisa menjadi lebih inklusif, memfokuskan pada pengalaman kolektif dan identitas komunitas.” Menurutnya, perayaan ini menunjukkan sebuah pergeseran dalam pemaknaan perayaan, yang kini lebih menekankan pada proses kolektif daripada sekadar pesta yang serba meriah.

Saat malam berakhir, Bundaran HI tidak hanya menjadi saksi pergantian tahun, tetapi juga menjadi saksi bisu dari sebuah perjalanan panjang identitas Ferry sebagai starling. Dari foto yang diambil pada momen tersebut, terlihat lebih dari sekadar cahaya dan ekspresi yang menghiasi panggung. Gambar itu mencerminkan perjalanan sosial yang lebih dalam sebuah refleksi atas harapan, perubahan, dan transformasi yang terus berlangsung di tengah kehidupan kota Jakarta.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *