RBN || Beirut
Pemerintah Iran mengecam keras serangan terbaru Israel ke wilayah Beirut, Lebanon. Iran menilai tindakan tersebut menunjukkan tidak adanya keseriusan Amerika Serikat dalam mewujudkan perdamaian di kawasan.
Kepala negosiator Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan bahwa tidak ada gunanya melanjutkan pembicaraan damai dengan AS apabila Israel, yang merupakan sekutu dekat Washington, terus melancarkan serangan ke Lebanon.
“Agresi Zionis terhadap Dahieh sekali lagi menunjukkan bahwa Amerika Serikat tidak memiliki kemauan untuk melaksanakan komitmennya atau tidak memiliki kemampuan untuk melakukannya,” ujar Ghalibaf, Kamis (11/06/2026).
Ia juga menegaskan, “Jika Anda tidak memiliki kemauan atau kemampuan untuk memenuhi komitmen Anda, maka tidak ada gunanya membicarakan kelanjutan jalan ini.”
Sementara itu, pejabat Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, Sardar Asadi, menegaskan bahwa serangan udara Israel di pinggiran selatan Beirut akan mendapat balasan dari Iran.
“Tanpa ragu, kejahatan ini tidak akan dibiarkan begitu saja,” kata Asadi.
Serangan Israel dilaporkan menghantam wilayah yang menjadi basis Hizbullah di Beirut selatan. Badan Pertahanan Sipil Lebanon menyebut sedikitnya tiga orang tewas dan 15 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tersebut. Selain menimbulkan korban jiwa, serangan itu juga menyebabkan kerusakan signifikan pada bangunan dan pertokoan di sekitar lokasi.
Sumber: Detik News











