RBN || Jayapura
Pemerintah Provinsi Papua resmi menutup sementara Stadion Lukas Enembe setelah terjadi kerusuhan usai pertandingan antara Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC beberapa waktu lalu. Penutupan dilakukan untuk memperbaiki sejumlah fasilitas stadion yang mengalami kerusakan akibat insiden tersebut.
Gubernur Papua Mathius Fakhiri mengatakan Stadion Lukas Enembe bukan sekadar arena pertandingan, tetapi juga simbol kebangkitan olahraga masyarakat Papua. Karena itu, ia meminta seluruh masyarakat ikut menjaga fasilitas yang telah dibangun pemerintah.
“Kalau dia menghargai pejuang-pejuang sepak bola, mari menghormati Persipura, mari menghormati fasilitas yang dibangun,” kata Mathius Fakhiri di Jayapura, Rabu (13/5/2026).
Menurut Mathius, Pemprov Papua akan melakukan evaluasi bersama manajemen Persipura Jayapura terkait sistem pengamanan dan pengelolaan pertandingan di stadion tersebut. Evaluasi itu dilakukan agar insiden serupa tidak kembali terjadi pada pertandingan berikutnya.
Selain itu, pemerintah provinsi memastikan akan bertanggung jawab memperbaiki seluruh fasilitas stadion yang rusak akibat kericuhan.
Kerusuhan sebelumnya pecah setelah Persipura menelan kekalahan 0-1 dari Adhyaksa FC dalam pertandingan yang digelar di Stadion Lukas Enembe, Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura, Sabtu (9/5/2026).
Insiden tersebut menyebabkan sejumlah fasilitas stadion mengalami kerusakan dan memicu perhatian publik terhadap sistem keamanan pertandingan sepak bola di Papua.
Sumber: Metro Tv News











