RBN || Kendal
Kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, mayoritas diawali oleh pelanggaran yang dilakukan pengendara, seperti kurang hati-hati, berpindah jalur sembarangan, hingga menerobos lampu merah. Salah satu jalur yang menjadi perhatian khusus adalah jalan yang menghubungkan Kecamatan Weleri dengan Sukorejo, yang tercatat sebagai penyumbang kecelakaan tertinggi di wilayah tersebut.
Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026, ruas jalan ini mencatatkan angka kecelakaan sebesar 36 persen dari total kecelakaan yang terjadi di Kendal. Kasat Lantas Polres Kendal, AKP Panji Yugo Putranto, menjelaskan bahwa kecelakaan di jalur tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti padatnya arus kendaraan dan minimnya penerangan jalan.
“Jalur itu ramai, tapi minim penerangan,” ujar AKP Panji, Selasa (7/4/2026). Ia juga menambahkan bahwa mayoritas kecelakaan terjadi pada malam hari, di mana pengendara seringkali dalam kondisi lelah dan kurang konsentrasi, ditambah dengan terbatasnya penerangan yang memperburuk situasi.
Meski demikian, AKP Panji memastikan bahwa dari total 25 kasus kecelakaan yang tercatat, tidak ada korban jiwa. Namun, dua orang mengalami luka berat dan 29 lainnya luka ringan, dengan kerugian materi mencapai Rp12.150.000. Kecamatan Weleri mencatatkan jumlah kecelakaan terbanyak dengan lima kejadian, diikuti Sukorejo dengan empat kejadian, sedangkan kecamatan lain mencatatkan satu hingga dua kasus.
Kecelakaan paling sering terjadi pada malam hari, antara pukul 18.00 hingga 24.00, dengan delapan kasus. Sementara itu, kecelakaan di pagi dan siang hari masing-masing tercatat enam kasus, dan dini hari lima kasus. Mayoritas kendaraan yang terlibat kecelakaan adalah sepeda motor, dengan persentase mencapai 60 persen.
“Sebagian besar kecelakaan ini terjadi karena pelanggaran. Oleh karena itu, untuk menekan angka kecelakaan, kita harus mulai dari mengurangi pelanggaran,” tegas AKP Panji.
Ia mengimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada, terutama saat berkendara di malam hari, dan selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas demi keselamatan bersama. Meski demikian, angka kecelakaan di Kendal pada tahun ini menunjukkan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
Sumber: Tribunnews











