Tren Konsumsi Suplemen Berlebihan, Pakar Ingatkan: Tak Semua Dibutuhkan Tubuh

  • Share
Ilustrasi suplemen. (Foto: Getty Images/Tom Merton)

RBN || Jakarta

Ahli gizi dan peneliti dari Stanford, Marily Oppezzo, mengaku kerap terkejut melihat banyaknya suplemen yang dikonsumsi kliennya. Tak sedikit yang menenggak lebih dari 20 jenis suplemen setiap hari dalam pola yang disebut “stack” pagi dan malam.

Survei 2024 terhadap lebih dari 3.000 orang dewasa di Amerika Serikat menunjukkan setengah responden rutin mengonsumsi suplemen, banyak di antaranya terpengaruh tren media sosial dan influencer. Namun, para pakar mengingatkan bahwa tidak semua suplemen benar-benar diperlukan tubuh.

Profesor kedokteran dari Harvard Medical School, Dr. JoAnn Manson, menegaskan suplemen bisa mengandung kontaminan, dosis berlebihan, bahkan berinteraksi dengan obat tertentu. Secara umum, kebutuhan nutrisi lebih aman dipenuhi dari makanan sehari-hari.

Berikut 10 suplemen populer yang sering kali tidak diperlukan bagi orang sehat, beserta alternatif alaminya:

1. Multivitamin

Sebagian besar orang dapat mencukupi kebutuhan vitamin dan mineral dari pola makan seimbang. Suplemen ini umumnya dibutuhkan lansia atau mereka dengan gangguan penyerapan nutrisi.

2. Magnesium

Klaim manfaat untuk insomnia dan migrain belum kuat. Alternatifnya: biji labu, almond, bayam, kacang hitam, quinoa.

3. Probiotik & Prebiotik

Manfaat bagi orang sehat masih terbatas. Pilih kimchi, yogurt, kefir, miso, dan makanan tinggi serat.

4. Minyak Ikan (Omega-3)

Lebih baik konsumsi salmon, sarden, makarel, trout dua porsi per minggu, serta chia seed dan kenari.

5. Vitamin C

Kebutuhan harian mudah dipenuhi dari jeruk, kiwi, brokoli, dan paprika merah.

6. Kolagen

Bukti manfaat untuk kulit dan sendi masih terbatas. Cukupi protein, vitamin C, seng, dan tembaga dari makanan.

7. Vitamin B12

Penting bagi vegan, lansia, atau yang defisiensi. Sumber alami: ikan, daging merah, telur, susu.

8. Protein Bubuk

Kebanyakan orang sudah cukup protein dari yogurt, telur, kacang-kacangan, ikan, dan ayam.

9. Serat

Perbanyak buah, sayur, gandum utuh, dan kacang-kacangan.

10. Greens Powder

Sering disebut praktis, namun pada dasarnya setara multivitamin mahal. Buah dan sayur segar tetap pilihan terbaik.

Pesan para ahli sederhana: sebelum menambah pil ke dalam rutinitas harian, periksa kembali isi piring Anda. Nutrisi alami dari makanan utuh tetap menjadi fondasi kesehatan jangka panjang.

Sumber: Detikhealth

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *