RBN || Jakarta
Temuan empat kasus hantavirus di Jakarta sepanjang 2026 menjadi pengingat penting bagi masyarakat akan arti kewaspadaan terhadap penyakit menular berbasis lingkungan. Meski demikian, para pemangku kebijakan menegaskan bahwa situasi masih terkendali dan tidak perlu disikapi dengan kepanikan.
Wakil Ketua Komisi IX DPR, Yahya Zaini, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang seraya meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan. Ia menegaskan bahwa hantavirus merupakan penyakit yang ditularkan dari hewan pengerat seperti tikus kepada manusia, bukan melalui kontak antar manusia.
“Yang terpenting adalah kewaspadaan. Jaga kebersihan rumah dan hindari paparan langsung dengan tikus maupun kotorannya,” ujarnya.
Hantavirus dapat menyebar melalui udara yang terkontaminasi partikel dari urin, air liur, atau kotoran tikus, serta melalui gigitan. Dalam beberapa kasus, infeksi ini dapat berkembang menjadi penyakit serius yang menyerang paru-paru atau ginjal.
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat dianjurkan menggunakan alat pelindung diri seperti masker dan sarung tangan saat membersihkan area yang berpotensi terkontaminasi. Penggunaan disinfektan juga menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko penyebaran virus.
Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terus memperkuat sistem pengawasan dan kesiapsiagaan. Upaya ini meliputi pemantauan di pintu masuk negara, peningkatan kapasitas laboratorium melalui teknologi PCR dan Whole Genome Sequencing (WGS), serta kesiapan ratusan rumah sakit dalam menangani penyakit infeksi emerging.
Anggota Komisi IX DPR lainnya, Irma Suryani Chaniago, menambahkan bahwa hantavirus bukanlah penyakit baru di Indonesia. Dalam kurun waktu 2024 hingga 2026, tercatat puluhan kasus dengan tipe yang menyerang ginjal. Ia menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan sebagai benteng utama pencegahan.
“Penyakit menular dan tidak menular sama-sama berbahaya. Kunci utamanya adalah pola hidup bersih dan sehat,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menjelaskan bahwa dari empat kasus yang ditemukan, tiga di antaranya telah sembuh dengan gejala ringan, sementara satu kasus masih dalam tahap pemeriksaan lanjutan.
Temuan ini menegaskan bahwa meskipun hantavirus bukan wabah baru seperti COVID-19, kewaspadaan tetap diperlukan. Edukasi publik, kebersihan lingkungan, serta respons cepat dari pemerintah menjadi kunci utama dalam mencegah penyebaran lebih luas.
Dengan kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah, Indonesia diharapkan mampu menghadapi tantangan kesehatan ini secara sigap, bijak, dan tanpa kepanikan.
Sumber: Detik News











