Tragedi Hujan Deras di Malang: Nenek 64 Tahun Tewas Terseret Arus di Blimbing

  • Share
Tragedi Hujan Deras di Malang: Nenek 64 Tahun Tewas Terseret Arus di Blimbing
Tragedi Hujan Deras di Malang: Nenek 64 Tahun Tewas Terseret Arus di Blimbing

RBN || Malang

Hujan deras yang mengguyur Kota Malang, Jumat (31/10), menelan korban jiwa. Seorang perempuan lanjut usia ditemukan tewas setelah terseret arus di saluran air di Jalan Sunandar Priyo Sudarmo, Kecamatan Blimbing.

Korban diketahui bernama Gutik (64), warga Jalan Industri Timur, Kelurahan Purwantoro, Blimbing. Ia bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT) dan diduga terpeleset ke dalam gorong-gorong saat hendak pulang ke rumah.

Peristiwa nahas itu terjadi saat hujan lebat mengguyur kawasan Blimbing. Sekitar pukul 17.00 WIB, warga melihat seorang perempuan terbawa arus deras selokan di pinggir jalan raya. Tim SAR gabungan segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pencarian.

Setelah penyisiran selama dua setengah jam, jasad korban ditemukan sekitar pukul 19.45 WIB, tersangkut di dinding selokan sejauh 40 meter dari titik awal kejadian.

“Setelah air surut, kami lanjutkan penyisiran dan menemukan korban sudah dalam kondisi meninggal dunia di dalam selokan,” ujar Imam Supi’i, salah satu relawan SAR yang terlibat dalam pencarian.

Proses evakuasi berlangsung dramatis. Tim SAR harus membuka besi penutup saluran air sebelum jenazah bisa diangkat. Setelah berhasil dievakuasi, korban langsung dibawa menggunakan ambulans ke RS Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Camat Blimbing I Ketut Widi Eika Wirawan membenarkan identitas korban setelah proses identifikasi dilakukan. “Korban bernama Gutik, berusia 64 tahun, warga Purwantoro. Beliau bekerja sebagai pembantu rumah tangga dan saat kejadian sedang berjalan pulang dari arah timur ke barat,” ujar Widi.

Diduga, korban terpeleset dan jatuh ke dalam gorong-gorong yang airnya meluap karena hujan deras. Beberapa jam kemudian, cucu korban yang mendapat kabar penemuan jasad langsung datang ke lokasi.

“Cucunya memastikan dan membenarkan bahwa korban adalah neneknya,” kata Widi.

Widi menambahkan, pihaknya akan mengusulkan pemasangan pengaman di sepanjang selokan Jalan Sunandar Priyo Sudarmo untuk mencegah peristiwa serupa terjadi lagi.
“Karena jalur itu merupakan jalan provinsi, kami akan koordinasikan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar selokan diberi pagar pengaman,” ujarnya.

Musibah ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan saat hujan deras dan perlunya fasilitas pengaman di area publik yang berpotensi membahayakan pejalan kaki.

Sumber: detikjatim

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *