Kejagung Bongkar Perusahaan Cangkang, Aset Eks Pejabat MA Disita

  • Share
Kejagung geledah perusahaan milik Zarof Ricar. (Foto: CNN Indonesia/Ryan Hadi Suhendra)

RBN || Jakarta

Kejaksaan Agung (Kejagung) terus menguatkan komitmennya dalam memberantas tindak pidana pencucian uang dengan mengungkap praktik penggunaan perusahaan cangkang yang diduga digunakan untuk menyembunyikan hasil kejahatan.

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Syarief Sulaeman Nahdi, mengungkapkan bahwa penyidik menemukan adanya shadow company atau perusahaan bayangan yang terkait dengan eks pejabat Mahkamah Agung, Zarof Ricar. Temuan ini muncul setelah penetapan produser film Agung Winarno sebagai tersangka dalam kasus pencucian uang.

Menurut Syarief, terdapat dua perusahaan cangkang berinisial G dan M yang digunakan untuk menampung serta menyamarkan hasil kejahatan yang diduga berasal dari praktik makelar kasus di lingkungan peradilan. Perusahaan tersebut disebut didirikan bersama oleh kedua tersangka sebagai sarana perlindungan aset ilegal.

Dalam penggeledahan yang dilakukan, penyidik berhasil menyita berbagai aset bernilai tinggi. Barang bukti yang diamankan meliputi lebih dari seribu dokumen, lahan perkebunan, bangunan, hingga kepemilikan perusahaan dan hotel. Selain itu, turut disita uang tunai dalam berbagai mata uang, deposito, kendaraan mewah, serta emas batangan.

Meski demikian, Kejagung belum merinci total nilai keseluruhan aset yang berhasil diamankan. Penyidikan masih terus berlangsung untuk menelusuri kemungkinan adanya aset lain yang belum terungkap.

Syarief menegaskan bahwa pihaknya akan terus memburu seluruh aset yang diduga berasal dari tindak pidana. Modus penggunaan perusahaan kertas dinilai menjadi strategi utama dalam menyembunyikan kekayaan hasil kejahatan.

Kejagung telah menetapkan Zarof Ricar dan Agung Winarno sebagai tersangka dalam kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Keduanya diketahui memiliki hubungan kerja dalam sebuah proyek film berjudul Sang Pengadil, yang menjadi awal intensitas komunikasi di antara mereka.

Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa penegakan hukum terhadap praktik korupsi dan pencucian uang terus berjalan, sekaligus menunjukkan keseriusan aparat dalam menjaga integritas sistem peradilan di Indonesia.

Sumber: CNN Indonesia

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *