RBN || Jakarta
Nama Ahmad Dedi alias Dedi Congor kembali menjadi sorotan dalam persidangan perkara dugaan suap terkait importasi barang di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026), terdakwa John Field, bos perusahaan logistik Blueray Cargo, menyebut Dedi Congor sebagai sosok yang diyakininya memiliki hubungan dengan Badan Intelijen Negara (BIN).
Persidangan tersebut mengungkap sejumlah keterangan yang tertuang dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) John Field. Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membacakan bagian BAP yang menjelaskan pertemuan antara John dan Dedi Congor, termasuk pertemuan yang disebut berlangsung di kantor BIN kawasan Pejaten, Jakarta Selatan.
“Saya sudah mengetahui Ahmad Dedi alias Dedi Congor merupakan orang BIN yang dulunya mantan pegawai Bea Cukai,” demikian isi keterangan yang dibacakan jaksa KPK dalam persidangan.
Menurut keterangan tersebut, pertemuan antara John dan Dedi diatur oleh seorang staf bernama Alexander. Dalam BAP disebutkan bahwa Alexander menghubungi John atas permintaan Dedi, kemudian mengatur jadwal pertemuan yang akhirnya berlangsung di kantor BIN.
Jaksa KPK Takdir saat membacakan BAP menjelaskan bahwa isi keterangan tersebut sejalan dengan pernyataan yang telah disampaikan John Field di persidangan.
Selain membahas aktivitas usaha Blueray Cargo, dalam pertemuan tersebut Dedi Congor juga disebut memperkenalkan dirinya sebagai Ketua Tim Persatuan Purnawirawan Indonesia Raya (PPIR).
Nama Dedi Congor sebelumnya juga pernah muncul dalam penyidikan kasus yang sama dan telah diperiksa sebagai saksi oleh KPK. Dalam perkara ini, John Field didakwa memberikan sejumlah uang kepada pejabat Bea dan Cukai untuk mempermudah proses importasi barang yang dijalankan perusahaannya.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi yang mengonfirmasi bahwa Ahmad Dedi atau Dedi Congor merupakan personel aktif maupun pejabat di Badan Intelijen Negara. Sementara itu, pihak kuasa hukum Dedi Congor disebut telah memberikan tanggapan terkait berbagai tuduhan yang muncul dalam persidangan.
Kasus dugaan suap importasi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai masih terus bergulir dan menjadi perhatian publik karena melibatkan sejumlah pihak dari unsur swasta maupun aparatur negara.
Sumber: Detik News











