Sebulan Berlalu, Polisi Belum Tetapkan Tersangka Kasus Ambruknya Ponpes Al Khoziny Sidoarjo

  • Share
Sebulan Berlalu, Polisi Belum Tetapkan Tersangka Kasus Ambruknya Ponpes Al Khoziny Sidoarjo
Sebulan Berlalu, Polisi Belum Tetapkan Tersangka Kasus Ambruknya Ponpes Al Khoziny Sidoarjo

RBN || Sidoarjo

Sudah sebulan berlalu sejak tragedi ambruknya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Kabupaten Sidoarjo, namun hingga kini belum ada satu pun tersangka yang ditetapkan oleh pihak kepolisian.

Insiden memilukan yang terjadi pada Senin, 29 Oktober 2025, itu menewaskan 63 santri dan melukai ratusan lainnya. Bangunan tiga lantai, termasuk musala di asrama putra, runtuh secara tiba-tiba saat para santri tengah menunaikan salat Ashar.

Kejadian tersebut dikategorikan sebagai bencana non-alam dan hingga kini menjadi sorotan publik karena proses penyelidikannya belum menunjukkan hasil konkret.

Kasus ini ditangani oleh tim gabungan Ditreskrimum dan Ditreskrimsus Polda Jawa Timur. Namun, menurut pihak kepolisian, proses penyidikan masih berjalan dan belum ada keputusan terkait pihak yang bertanggung jawab atas tragedi tersebut.

“Nanti kami sampaikan. Saat ini belum bisa kami sampaikan,” ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Jules Abraham Abast, Rabu (5/11).

Jules juga enggan membeberkan jumlah pasti saksi yang telah diperiksa. Ia hanya memastikan bahwa pemeriksaan masih terus dilakukan.

“Pemeriksaan saksinya masih berjalan, nanti kami sampaikan untuk kegiatan berikutnya,” tambahnya.

Sebelumnya, Polda Jatim menyebut sedikitnya 17 saksi akan diperiksa dalam kasus ini, namun tidak dijelaskan secara rinci dari pihak mana saja para saksi tersebut berasal — apakah dari pengelola pesantren, kontraktor bangunan, atau instansi teknis terkait.

Peristiwa ambruknya Ponpes Al Khoziny mengguncang masyarakat Jawa Timur. Dalam waktu singkat, ratusan santri tertimpa reruntuhan bangunan. Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan kala itu bekerja keras mengevakuasi para korban dari tumpukan material.

Sebagian korban selamat masih menjalani perawatan di rumah sakit, sementara keluarga korban terus menanti kepastian hukum atas insiden tersebut.

Pemerintah daerah sebelumnya berjanji akan melakukan audit konstruksi bangunan ponpes, namun hingga kini belum ada keterangan resmi mengenai hasil investigasi teknis tersebut.

Kasus ini menimbulkan banyak pertanyaan tentang standar keselamatan bangunan pendidikan, terutama pesantren yang jumlahnya mencapai ribuan di Jawa Timur.

Publik menantikan transparansi dan kecepatan proses hukum, agar penyebab runtuhnya bangunan yang menelan puluhan nyawa itu bisa terungkap, dan pihak yang lalai dapat dimintai pertanggungjawaban.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian menyatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung, dan perkembangan kasus akan disampaikan dalam waktu dekat.

Sumber: JPNN

Writer: Dwi Kristi Mardiana
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *