RBN || Semarang
Antusiasme masyarakat terhadap program Mudik dan Balik Rantau Gratis Lebaran 2026 yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus meningkat. Hingga awal November, tercatat 1.927 orang telah mendaftar untuk mengikuti program tahunan yang selalu dinanti masyarakat perantau asal Jateng tersebut.
Ketua Umum Paguyuban Jawa Tengah, Leles Sudarmanto, menyampaikan tingginya minat warga dalam Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Mudik dan Balik Rantau Gratis 2026, yang digelar di Kompleks Kantor Gubernur Jateng, Semarang, Selasa (4/11).
“Animo masyarakat sangat tinggi, terutama untuk tujuan Sukoharjo, Cilacap, Wonogiri, Purworejo, Kebumen, Magelang, dan wilayah Soloraya,” ujar Leles.
Rapat koordinasi diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah se-Jateng, organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Jateng, pihak swasta, hingga paguyuban masyarakat. Pertemuan ini membahas kesiapan teknis dan peningkatan pelayanan agar pelaksanaan mudik tahun depan berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi para peserta.
Leles menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha menjadi kunci keberhasilan program ini. “Setiap tahun kami terus berupaya agar pelayanan mudik gratis semakin baik dan menjangkau lebih banyak warga,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno mengimbau masyarakat untuk segera memanfaatkan kesempatan tersebut, mengingat kuota peserta terbatas.
“Kapasitasnya tidak banyak sementara peminatnya luar biasa. Kami harap yang sudah mendaftar benar-benar berangkat agar tidak menghambat calon peserta lain,” jelasnya.
Ia juga berharap agar pelaksanaan Mudik dan Balik Rantau Gratis 2026 bisa lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. Evaluasi dari pelaksanaan tahun lalu, menurutnya, harus dijadikan bahan perbaikan agar layanan kepada masyarakat semakin optimal.
Sumarno menambahkan, selain membantu masyarakat perantau, program ini juga memberikan dampak positif bagi perekonomian Jawa Tengah.
“Aktivitas para pemudik akan menggerakkan ekonomi daerah. Saat mereka pulang kampung, terjadi banyak transaksi dan perputaran uang di pasar-pasar lokal,” ujarnya.
Program mudik gratis ini menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap warga Jateng di perantauan, sekaligus upaya menjaga tradisi mudik yang aman, tertib, dan bermakna.
Dengan antusiasme masyarakat yang terus meningkat dan dukungan dari berbagai pihak, Mudik dan Balik Rantau Gratis Jateng 2026 diharapkan menjadi momentum kebersamaan dan penguatan ekonomi daerah menjelang Hari Raya Idulfitri mendatang.
Sumber: ANTARA News











