Program MBG Tetap Berjalan Selama Ramadhan, Pemerintah Siapkan Empat Skema Penyaluran

  • Share
Ilustrasi MBG. Foto: Getty Images/iStockphoto/Dariia Havriusieva

RBN || Jakarta

Pemerintah memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama bulan Ramadhan 2026 dengan sejumlah penyesuaian. Untuk memastikan penerima manfaat tetap mendapatkan asupan gizi tanpa mengganggu ibadah puasa, pemerintah menyiapkan empat skema penyaluran yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing kelompok.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengatakan, program MBG tidak dihentikan selama Ramadhan. Namun, waktu konsumsi dan bentuk makanan akan disesuaikan, terutama bagi peserta didik yang menjalankan puasa.

“Untuk Ramadhan, makan bergizi akan tetap berlanjut. Ada empat mekanisme yang akan dikembangkan agar pelaksanaannya tetap efektif,” ujar Dadan saat ditemui di Masjid Istiqlal, Selasa (10/2/2026).

Dadan menegaskan, penyaluran MBG bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita tidak mengalami perubahan. Makanan tetap diberikan seperti hari biasa dengan menu segar dan waktu konsumsi normal.

Skema pertama diterapkan di sekolah-sekolah yang mayoritas siswanya berpuasa. Makanan tetap dibagikan di sekolah, namun dalam bentuk menu yang lebih tahan lama dan bisa dibawa pulang untuk dikonsumsi saat berbuka puasa. Menu tersebut antara lain kurma, telur rebus atau telur asin, abon, telur pindang, buah, susu, serta penganan lokal khas Ramadhan. Dalam pelaksanaannya, BGN juga melibatkan pelaku UMKM setempat.

Skema kedua berlaku bagi sekolah yang mayoritas siswanya tidak berpuasa. Di sekolah-sekolah tersebut, program MBG berjalan normal tanpa perubahan, baik dari sisi menu maupun waktu konsumsi.

Sementara itu, skema ketiga ditujukan untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Penyaluran MBG untuk kelompok ini tetap dilakukan seperti biasa selama Ramadhan karena mereka membutuhkan asupan gizi rutin.

Skema keempat diterapkan di lingkungan pesantren. Jadwal konsumsi makanan digeser ke waktu berbuka puasa, mengingat penerima manfaat dan dapur layanan gizi berada di satu kawasan. Meski demikian, proses memasak tetap dilakukan pada siang hari.

Sebagai tahap awal, BGN berencana menerapkan skema pesantren di salah satu pondok pesantren di Bandung yang akan dirangkaikan dengan kegiatan buka puasa bersama. Selain itu, BGN juga tengah mematangkan integrasi program MBG untuk lansia dan penyandang disabilitas bersama Kementerian Sosial.

Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan langkah pengendalian bahan pangan selama Ramadhan agar program MBG tidak memicu lonjakan permintaan komoditas tertentu di pasaran.

“Dengan kerja sama bersama BUMD, kita bisa mengatur kebutuhan bahan pangan. Komoditas yang banyak dibutuhkan masyarakat menjelang puasa dan Idul Fitri akan dikurangi penggunaannya di program MBG,” pungkas Dadan.

Sumber: detikcom

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *