RBN || Bali
Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus mendorong industri fesyen daerah agar tidak hanya berkembang di pasar domestik, tetapi mampu menembus pasar internasional.
Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai program promosi dan kolaborasi yang mempertemukan desainer lokal dengan calon pembeli serta investor dari mancanegara.
Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menyampaikan komitmen tersebut saat membuka Sanur Fashion Week 2026 di kawasan Pantai Sanur, Bali, Kamis (6/8/2026) malam.
Mengangkat tema Women in Cultural Legacy, Sanur Fashion Week 2026 menampilkan karya sejumlah desainer lokal. Ajang tersebut sekaligus menjadi ruang pertemuan bagi pelaku industri kreatif dengan pembeli dan investor dari berbagai negara.
Dyah Roro mengatakan Bali memiliki posisi strategis dalam memperkenalkan produk fesyen Indonesia ke pasar global. Sebagai salah satu destinasi wisata dunia, Bali dinilai memiliki daya tarik yang dapat dimanfaatkan untuk memperluas pasar produk kreatif nasional.
Karena itu, Kemendag berupaya menghubungkan berbagai ajang fesyen di daerah dengan agenda perdagangan internasional. Salah satunya melalui Jakarta Muslim Fashion Week yang akan digelar bersamaan dengan Trade Expo Indonesia pada Oktober 2026.
“Kalau kami di Kementerian Perdagangan mengadakan namanya Jakarta Muslim Fashion Week yang mana tahun ini kami kerja sama dengan Bali diselenggarakan bersamaan dengan Trade Expo Indonesia yang akan kita selenggarakan pada bulan Oktober 2026, dan banyak sekali program dari kementerian lainnya yang selalu menghubungkan para designer yang bertalenta ini ke pasar internasional dengan beberapa perwakilan yang kita miliki di 32 negara. Untuk pelaku usaha jangan khawatir karena kementerian dan pemerintah pusat sangat dekat dan semoga bisa memanfaatkan program yang kita tawarkan untuk semuanya,” ujarnya.
Menurut Dyah Roro, jaringan perwakilan perdagangan Indonesia di 32 negara dapat menjadi pintu masuk bagi pelaku usaha fesyen untuk memperkenalkan produk mereka ke pasar mancanegara.
Pemerintah, kata dia, akan terus menyediakan ruang promosi dan mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra bisnis di luar negeri. Dengan dukungan tersebut, desainer daerah diharapkan semakin percaya diri mengembangkan produk yang memiliki nilai budaya sekaligus daya saing global.
Selain berpotensi meningkatkan ekspor, industri fesyen juga dinilai memberikan dampak ekonomi yang luas. Rantai industrinya melibatkan banyak pelaku, mulai dari perajin, penjahit, desainer, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah.
Penguatan industri fesyen daerah pun diharapkan tidak hanya mengangkat karya desainer lokal, tetapi sekaligus membuka lebih banyak peluang usaha dan lapangan kerja di sektor ekonomi kreatif.
Sumber: Berita Satu











