Ekonomi Indonesia Kian Menguat, BPS Catat Pertumbuhan Triwulan II-2026 Capai 5,29 Persen

  • Share

RBN||Jakarta

Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini (5/8) melaporkan bahwa ekonomi Indonesia pada triwulan 2-2026 tumbuh stabil sebesar 5,29 persen (y-on-y).

Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II-2026 ini lebih tinggi dibandingkan triwulan II-2025 yang sebesar 5,12 persen. Di tengah dinamika global yang penuh dengan ketidakpastian, kinerja ini menunjukkan ketahanan ekonomi domestik yang tetap terjaga.

Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, melalui keterangan tertulis di Jakarta (5/8) menjelaskan bahwa ekonomi Indonesia Triwulan I-2026 dan Triwulan II-2026 tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan Triwulan I-2025 dan Triwulan II-2025. Artinya, aktivitas ekonomi di Indonesia terus bergerak, baik dari sisi produksi maupun permintaan.

Amalia juga menyebutkan bahwa “Pertumbuhan ekonomi sepanjang Semester 1-2026 menembus 5,45% yang jauh diatas pertumbuhan ekonomi Semester 1-2025 yang sebesar 5,0%. Ini menunjukkan pemerintah berhasil memanfaatkan momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan baik, sehingga di tahun 2026 sampai Semester 1-2026 ini ekonomi Indonesia tumbuh lebih cepat dibandingkan tahun lalu”.

Amalia juga menyampaikan,”penopang utama dari pertumbuhan ekonomi Semester I-2026 ini adalah masih terjaganya konsumsi masyarakat, investasi yang tumbuh tinggi, serta belanja pemerintah yang masih tumbuh cepat dibandingkan dengan tahun lalu”.

Konsumsi juga didukung oleh kebijakan ekonomi pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat, seperti: pembayaran gaji ke-13 pada bulan Juni 2026, diskon tiket transportasi selama masa liburan sekolah di bulan Juni, serta upaya pengendalian inflasi turut memperkuat konsumsi domestik.

Di sisi lain, aktivitas ekonomi berbasis digital juga menunjukkan peningkatan, tercermin dari pertumbuhan transaksi e-retail dan marketplace, serta meningkatnya nilai transaksi uang elektronik, kartu debit, dan kredit.

Selain konsumsi rumah tangga, komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) juga mencatat pertumbuhan solid sebesar 6,87 persen, didorong oleh investasi swasta dan pemerintah.

Sementara itu, konsumsi pemerintah tumbuh signifikan sebesar 15,97 persen, seiring peningkatan realisasi belanja pegawai serta belanja barang dan jasa, termasuk melalui program-program yang pro rakyat seperti: Makan Bergizi Gratis (MBG), program 3 juta rumah, pembangunan sekolah rakyat dan perbaikan sekolah reguler, dan lain-lain.

 

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *