Kasus Paspoortgate di Belanda Turut Berdampak pada Pemain Timnas Putri Indonesia

  • Share
Interaksi Claudia Scheunemann dan Felicia de Zeeuw usai laga FC Utrech Vs ADO Den Haag pada Minggu (22/2/2026). (Instagram/RoadToGaruda_NL)

RBN || Jakarta

Kasus Paspoortgate yang tengah mencuat di Liga Belanda tidak hanya berdampak pada pesepak bola pria, tetapi juga merembet ke pemain wanita, termasuk tiga pemain timnas putri Indonesia yang berkarier di negeri tersebut.

Tiga pemain yang terdampak adalah Felicia de Zeeuw (ADO Den Haag), Isabelle Nottet (Hera United), dan Isabel Kopp (Hera United). Ketiganya diketahui belum lama ini berganti kewarganegaraan menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).

Paspoortgate sendiri merujuk pada polemik administrasi terkait izin kerja bagi pemain yang berganti kewarganegaraan. Permasalahan ini muncul karena pemain yang kehilangan status kewarganegaraan Belanda harus memenuhi persyaratan baru untuk dapat bermain dan bekerja di negara tersebut.

Jurnalis media Belanda, Algemeen Dagblad, Fabian van der Poll, menyebut bahwa dampak kasus ini juga dirasakan oleh pesepak bola wanita. Sejumlah klub bahkan mengambil langkah sementara dengan menghentikan aktivitas pemain yang terdampak.

“Masalah ini juga mempengaruhi pesepak bola wanita,” tulis AD.nl.

“Hilangnya kewarganegaraan Belanda dapat menimbulkan konsekuensi besar. Para pemain mungkin dapat bermain sepak bola lagi dalam waktu dekat, tetapi itu tidak berarti konsekuensinya telah berakhir,” lanjutnya.

Dalam laporan EW Magazine, nama Isabelle Nottet bahkan masuk dalam daftar pemain yang berada dalam pengawasan ketat terkait kasus tersebut.

Namun, tidak semua pemain terdampak. Claudia Scheunemann yang bermain untuk FC Utrecht Vrouwen masih tercatat tampil dalam pertandingan melawan AZ Alkmaar pada Minggu (29/3/2026), menandakan dirinya tidak terpengaruh oleh polemik ini.

Menanggapi situasi tersebut, PSSI memastikan bahwa para pemain timnas Indonesia yang berkarier di Belanda tidak memiliki masalah hukum terkait status kewarganegaraan.

Ketua Badan Tim Nasional PSSI, Sumardji, menegaskan bahwa para pemain tetap berstatus sah sebagai WNI.

“Seluruh pemain keturunan yang telah membela Tim Nasional Indonesia, termasuk di dalamnya Dean James, Justin Hubner, dan Nathan Tjoe-A-On telah sah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) dan dipastikan tidak ada masalah hukum Indonesia,” kata Sumardji dalam rilis resmi PSSI.

Ia menambahkan, keputusan para pemain untuk menjadi WNI merupakan bentuk kecintaan terhadap Indonesia, meskipun harus meninggalkan sejumlah fasilitas yang sebelumnya dimiliki.

“Mereka banyak yang lahir, besar, hidup dan memiliki keluarga di luar Indonesia. Jadi dengan mereka memutuskan menjadi WNI, bukti mereka punya kecintaan serta pengabdian terhadap tanah air,” ujarnya.

Sumardji juga menegaskan bahwa persoalan Paspoortgate yang terjadi saat ini lebih bersifat administratif di Belanda, bukan persoalan hukum di Indonesia.

“Paspoorgate yang sekarang dihadapi murni adalah hal teknis soal administrasi yang ada di Belanda,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa konsekuensi perubahan kewarganegaraan memang berdampak pada kebutuhan izin tinggal dan kerja di negara lain, termasuk Belanda.

“Ini merupakan bentuk nyata pengorbanan yang diambil oleh pemain-pemain kita,” katanya.

Meski demikian, Sumardji menyampaikan rasa syukur karena para pemain Indonesia tetap dipercaya berkarier di klub-klub Eropa.

“Kami juga sangat bersyukur, bahwa pemain Timnas Indonesia masih dipercaya mengambil peran penting di klub-klub level teratas Eropa, misalnya Maarten Paes,” ujarnya.

Ia menutup dengan menegaskan bahwa persoalan yang terjadi di klub-klub Eredivisie merupakan ranah hukum dan regulasi di Belanda.

“Mengenai permasalahan yang ada di klub-klub Eredivisie, maka itu masalah teknis administrasi yang berkaitan dengan hukum dan peraturan di Belanda,” pungkasnya.

Sumber: BolaSport

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *