RBN || Australia
Suara sirene menggema di seluruh penjuru kota sesaat setelah insiden penembakan terjadi di kawasan Bondi, Australia. Area sekitar lokasi kejadian langsung dipenuhi mobil polisi, sementara helikopter terus berputar di udara untuk mengamankan situasi.
Di tengah kekacauan tersebut, Fin Green, seorang warga setempat, menjadi saksi langsung peristiwa mencekam itu. Saat kejadian berlangsung, ia tengah melakukan panggilan video dengan keluarganya di Inggris ketika melihat aksi penembakan terjadi tepat di luar jendela tempat tinggalnya.
Tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, Green memilih bersembunyi di dalam lemari pakaiannya selama sekitar satu setengah jam. Ia baru keluar setelah merasa situasi cukup aman.
“Saya benar-benar ketakutan. Saya hanya bisa menunggu dan berharap keadaan segera membaik,” ungkapnya.
Kepanikan juga melanda kawasan pantai. Danny Clayton, seorang jurnalis penyiaran yang berada di area Pantai Bondi, mengatakan banyak orang berusaha menyelamatkan diri dengan cara apa pun.
“Beberapa orang bahkan menabrakkan mobil mereka saat mencoba kabur dari lokasi,” kata Clayton, yang menyaksikan kejadian tersebut dari Bondi Pavilion.
Cerita serupa datang dari William Doliente Petty, seorang pekerja restoran di sekitar lokasi. Ia mengaku sedang melayani pelanggan ketika suara tembakan terdengar.
“Seluruh orang di dalam toko langsung berdiri dan kami berlari menuju pintu belakang,” ujarnya.
Australia selama ini dikenal sebagai negara yang aman dan ramah, sementara Pantai Bondi telah lama menjadi simbol ketenangan dan kehidupan santai khas Negeri Kanguru. Namun, insiden penembakan ini mengguncang citra tersebut dan membuat warga setempat tidak percaya dengan apa yang terjadi.
“Ini seperti mimpi buruk. Rasanya sulit menerima bahwa kejadian seperti ini bisa terjadi di sini,” ujar salah seorang warga.
Serangan pada Minggu ini juga mengingatkan publik pada tragedi lain yang belum lama berlalu. Pada April tahun lalu, kawasan Bondi Junction yang berjarak tidak jauh dari lokasi kejadian diserang oleh seseorang yang melakukan penusukan massal yang menewaskan sejumlah orang.
Kala itu, ungkapan yang sama kembali terdengar dari masyarakat, dan kini terulang lagi bahwa “Hal seperti ini seharusnya tidak terjadi di sini.”
Sumber: BBC











