RBN || Jakarta
Dengan kemajuan teknologi, setiap generasi menghadapi tantangan baru yang memengaruhi cara mereka memahami kehidupan dan posisi mereka di dunia ini. Generasi Z dan Gen Alpha telah memperoleh pemahaman yang sangat baik tentang bagaimana menciptakan kehidupan yang bermakna di dunia yang terus berubah. Dua orang yang diwawancarai, Meika Maulia Putri (Gen Z berusia 22 tahun) dan Ni Putu Bening Mas Mannika (Gen Alpha berusia 13 tahun), memberikan pandangan mereka tentang bagaimana menjalani kehidupan yang semakin digital.
Meika Maulia Putri, seorang wanita aktif yang telah mendapatkan status sebagai sosok inspiratif, menganggap Generasi Milenial sebagai generasi yang menghubungkan dua periode yang berbeda. Wanita itu menjelaskan bahwa meskipun Generasi Milenial memiliki banyak tekanan untuk berprestasi dengan baik dalam banyak aspek, mereka mampu mengatasi tantangan tersebut dengan cara mereka sendiri. “Saya telah menerima banyak pelajaran berharga dari para Milenial yang lebih tua. Mereka mengesankan karena mampu mengatasi perubahan besar yang telah terjadi dalam waktu singkat,” kata gadis itu.
Meika tahu bahwa untuk menjalani kehidupan yang bermakna di dunia yang terus berubah ini, ia perlu menyadari dirinya sendiri. Meika mendesak orang-orang untuk menyadari kapan mereka harus berjuang dan kapan harus menyerah. Definisikan kesuksesan Anda sendiri. Meika berpendapat bahwa Anda menang ketika Anda mampu menjadi diri sendiri. Kehidupan yang bermakna tidak didasarkan pada keinginan orang lain, tetapi pada apa yang Anda inginkan dan keberanian untuk mengejarnya.
Gen Alpha melalui Ni Putu Bening Mas Mannika (Ade Bening) menawarkan pandangan yang lebih mendasar tetapi tetap valid. Cara Ade Bening berpikir tentang kehidupan dan teknologi jauh lebih maju daripada usianya—ia baru berusia 13 tahun! Ia menyebutkan bahwa seseorang perlu mengurangi penggunaan konten digital yang tidak bermanfaat dengan terlibat dalam kegiatan yang menyenangkan untuk membuat hidup mereka berharga. Ia juga mengatakan bahwa ia ingin meminimalkan konten yang tidak bermanfaat untuk dikonsumsi dan sebagai gantinya mencari hobi yang menyenangkan. Menurut Ade Bening, mencapai keseimbangan antara pekerjaan sekolah dan hobi serta penggunaan media sosial adalah hal yang membuat hidup sehat dan menyenangkan. Ia juga mengatakan bahwa hal utama adalah menikmati apa yang Anda lakukan dan bukan hasilnya.
Pesan tersebut juga berlaku di dunia media sosial saat ini, di mana kaum muda terjebak dalam media sosial, membuat perbandingan yang tidak sehat. Pernyataan bijak yang disampaikan oleh Ade Bening adalah bahwa jumlah pengikut bukanlah selalu ukuran kebahagiaan dan bahwa seseorang harus merasa puas dengan apa pun yang telah dilakukannya. Konten digital harus dipilih dengan lebih cermat dan individu juga harus mencari kebahagiaan melalui pengalaman dasar menurut pendapat tersebut. Dua pendapat yang berbeda dari dua generasi tersebut sepakat bahwa penemuan diri dan penetapan batasan adalah langkah pertama menuju kehidupan yang bermakna. Tekanan sosial dan tuntutan teknologi, serta tuntutan kehidupan sehari-hari, juga menuntut individu untuk memiliki pendirian yang teguh pada prinsip-prinsip mereka.
Rekomendasi Meika tentang kesadaran diri dan rekomendasi Ade Bening tentang navigasi digital juga merupakan salah satu pendekatan untuk mendapatkan nilai lebih dalam hidup. Generasi muda yang memahami cara menghadapi dunia yang terus berubah ini akan mampu tetap relevan dan menikmati hidup tanpa pengaruh ekspektasi atau perbandingan yang tidak sehat. Untuk mencapai nilai nyata dalam hidup kita, kita harus berani melakukan perubahan dengan mendefinisikan tingkat keberhasilan pribadi kita dan mempertahankan identitas kita yang sebenarnya.











