Cak Imin: 23 Juta Rakyat Indonesia Masih Kesulitan Ekonomi, Butuh Kolaborasi Semua Pihak

  • Share
Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. (KOMPAS.com/FIRDA JANATI)

RBN || Jakarta

Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin, mengungkapkan bahwa sekitar 23 juta rakyat Indonesia masih belum sejahtera dan mengalami kesulitan ekonomi. Angka ini setara dengan 8,25 persen dari total penduduk Indonesia.

“Setidaknya 23 juta kaum yang belum sejahtera, masih dalam posisi kesulitan ekonomi,” ungkap Cak Imin saat menghadiri acara Selasar Hangat, Harmoni Lintas Keyakinan di Jakarta International Velodrome, Jakarta Timur, Kamis (12/3/2026).

Cak Imin menambahkan, selain angka 8,25 persen penduduk yang masih mengalami kemiskinan relatif, ada pula 0,85 persen dari mereka yang berada dalam kemiskinan ekstrem. Hal ini, menurutnya, adalah tanggung jawab bersama.

“Tanggung jawab kita dan itu menjadi bagian dari 8,25 persen penduduk bangsa kita masih mengalami kemiskinan relatif, dan 0,85 persen masih ada di dalam kemiskinan ekstrem,” kata Cak Imin.

Menteri yang juga dikenal sebagai Cak Imin ini menekankan bahwa mengatasi masalah kemiskinan bukan hanya tugas negara, tetapi juga membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, lembaga zakat, filantropi, dan kepedulian umat beragama.

“Ini semua harus kita atasi sebaik-baiknya. Pemerintah melalui kekuatan anggaran tentu akan terus bekerja keras menstimulus, memberikan perlindungan sosial, memberikan jalan keluar, tetapi tidaklah cukup,” ujarnya.

Selain itu, Cak Imin juga mengingatkan pentingnya semangat kebangkitan yang diajarkan oleh agama-agama, yang mendorong umatnya untuk mandiri dan tidak pasif.

“Tidak ada satupun agama yang hanya mengedepankan kepasrahan pasif. Seluruh agama mendorong sikap untuk mandiri dan berdiri di atas kaki sendiri,” tegasnya.

Cak Imin mengutip sebuah pesan religius, “Al-yadul ‘ulya khairun min yadis sufla,” yang artinya “Tangan di atas jauh lebih baik daripada tangan yang di bawah,” untuk menggambarkan pentingnya meningkatkan kemandirian.

Di depan pimpinan baru Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) masa bakti 2026-2031, Dikdik Sodik Mudjahid, Cak Imin berharap agar zakat, infak, dan sedekah tidak hanya dilihat sebagai kegiatan karitatif, tetapi juga sebagai upaya untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat.

“Jangan berhenti sebagai karitatif, tetapi kita bergerak berdasarkan DTSEN. Kita dorong seluruh masyarakat kita naik kelas, naik kelas untuk berdaya dan mandiri. Kita peduli kepada yang miskin, sekaligus kita dorong mereka untuk menjadi kekuatan yang berdaya,” imbuhnya.

Sumber: Kompas.com

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *