RBN || Jakarta
Pistachio tidak hanya dikenal sebagai camilan dengan rasa gurih dan tekstur renyah. Kacang berwarna hijau ini juga mengandung beragam nutrisi, mulai dari serat, protein, lemak tak jenuh, vitamin, mineral, hingga antioksidan yang dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan.
Mengutip laman Antara pada Rabu (5/8/2026), kandungan nutrisi dalam pistachio berpotensi membantu menjaga kesehatan pencernaan, jantung, otak, hingga membantu mengontrol kadar gula darah.
Pistachio mengandung serat larut dan tidak larut yang berperan dalam menjaga kesehatan saluran pencernaan. Serat tidak larut membantu memperlancar buang air besar, sementara serat larut mendukung pertumbuhan bakteri baik di dalam usus.
Bakteri baik tersebut dapat menghasilkan asam lemak rantai pendek atau short-chain fatty acids (SCFA) yang membantu menjaga lapisan usus sekaligus mengurangi peradangan.
Kandungan kalium, serat, serta lemak tak jenuh tunggal pada pistachio juga dikaitkan dengan kesehatan jantung.
Sebuah penelitian pada 2020 terhadap 100 orang dengan kelebihan berat badan menunjukkan, konsumsi sekitar 1,5 ons pistachio setiap hari selama empat bulan berkaitan dengan penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik. Hasil tersebut dibandingkan dengan kelompok yang hanya menjalani program penurunan berat badan.
Tinjauan terhadap 34 penelitian pada tahun yang sama juga menemukan pola makan yang diperkaya pistachio lebih efektif menurunkan kadar kolesterol total, kolesterol LDL, dan trigliserida dibandingkan beberapa jenis kacang lainnya.
Warna hijau pada pistachio berasal antara lain dari kandungan antioksidan lutein dan zeaxanthin. Kedua senyawa tersebut terdapat dalam jumlah yang relatif tinggi dibandingkan sejumlah jenis kacang lainnya.
Antioksidan berperan membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
Manfaat pistachio juga dikaitkan dengan fungsi otak. Kacang ini mengandung flavonoid, lutein, dan zeaxanthin yang berhubungan dengan fungsi kognitif.
Penelitian pada 2021 terhadap lebih dari 76.000 orang dewasa di Amerika Serikat menemukan bahwa konsumsi flavonoid dalam jumlah lebih tinggi berkaitan dengan risiko penurunan fungsi kognitif yang lebih rendah.
Pistachio juga dapat menjadi pilihan makanan yang membantu menjaga kadar gula darah karena mengandung protein dan serat dengan kandungan karbohidrat yang relatif rendah.
Dalam tinjauan terhadap enam penelitian, konsumsi pistachio dikaitkan dengan penurunan kadar gula darah puasa dan resistensi insulin pada penyandang diabetes tipe 2.
Dalam satu porsi sekitar 28 gram atau satu ons, pistachio mengandung sekitar 159 kalori, 5,7 gram protein, dan 3 gram serat. Kacang ini juga menyediakan sejumlah vitamin dan mineral, termasuk vitamin B6, tembaga, fosfor, kalium, vitamin E, zat besi, serta seng.
Meski memiliki banyak kandungan nutrisi, konsumsi pistachio tetap perlu memperhatikan porsinya karena relatif tinggi kalori. Pistachio tanpa tambahan garam juga lebih disarankan untuk membantu membatasi asupan natrium.
Sumber: Antara News











